radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Tren kenaikan harga gabah kering di tingkat petani belakangan ini tidak sampai memicu lonjakan harga beras di pasar tradisional wilayah Kabupaten Lamongan.
Pasokan kebutuhan pokok itu dipastikan dalam kondisi aman dan terkendali.
Berdasarkan data Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Dinkoperindag) Lamongan, harga beras kualitas medium di pasaran saat ini berada di kisaran Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu per kilogram (kg).
Baca Juga: Jauh di Atas HET, Harga Gabah Kering Panen di Lamongan Capai Rp 8.100 Per Kg
Sementara kualitas premium bertahan di angka Rp 14.900 hingga Rp 15 ribu per kg.
Kepala Dinkoperindag Lamongan, Anang Taufik, menjelaskan, stabilnya harga beras di tengah melambungnya harga gabah tidak lepas dari kebiasaan turun - temurun para petani lokal.
Sebagian besar petani di Lamongan memiliki lumbung pangan mandiri untuk menyimpan sebagian hasil panennya guna kebutuhan rumah tangga.
Baca Juga: Semester Satu 2026, Bulog Telah Menyerap 120 Ton Gabah Kering Panen Petani di Lamongan
Anang berharap untuk harga beras tidak mengalami kenaikan agar daya beli masyarakat tetap stabil.
“Kami akan terus koordinasi dengan provinsi, dimana petani tetap untung, namun daya beli tidak sampai turun,” ujarnya.
Menurut Anang, harga bahan pokok terus dilakukan upaya stabilisasi melalui gerakan pasar murah.
Tujuannya, memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. Hasil pemantauan dinasnya di sejumlah pasar , belum ada kenaikan signifikan.
Harga daging sapi murni masih di angka Rp 130 ribu per kg. Ayam broiler dijual masih stabil, antara Rp 36 ribu — Rp 40 ribu per kg.
Seorang pedagang Pasar Sidoharjo, Lamongan, Rusmi, menuturkan, harga bumbu masih fleksibel. Cabai merah keriting yang sebelumnya Rp 30 ribu per kg, kini naik menjadi Rp 32 ribu per kg.
Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit hijau. Sebelumnya Rp 35 ribu per kg, kini naik Rp 40 ribu per kg. Sedangkan harga cabai rawit merah justru turun. Sebelumnya Rp 60 ribu per kg, sekarang Rp 50 ribu per kg.
Bawang merah juga ikut turun, dari Rp 28 ribu per kg, menjadi Rp 25 ribu per kg. “Sekarang permintaan cenderung biasa, belum ada kenaikan,” katanya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma