Tak Lagi Kemarau Basah, Petani Tembakau di Kabupaten Lamongan Memburu Musim Emas

Rika Ratmawati • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 20:22 WIB
Prakiraan cuaca kemarau yang panjang membuat petani tembakau diuntungkan. (Google Gemini)
Prakiraan cuaca kemarau yang panjang membuat petani tembakau diuntungkan. (Google Gemini)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Musim tanam tembakau di Kabupaten Lamongan dimulai. Memasuki musim kemarau, para petani di sejumlah wilayah selatan seperti Kecamatan Mantup, Bluluk, hingga Modo mulai berpacu dengan waktu menancapkan bibit emas hijau di lahan mereka.

Tahun ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lamongan memproyeksikan estimasi luas tanam tembakau mencapai 9.500 hektare. Angka ini melonjak dibandingkan tahun sebelumnya.

Alasannya, prakiraan cuaca kemarau yang cenderung lebih panjang.

Baca Juga: Penjaga Sekolah TK/SD Islam Terpadu (IT) Cendekia Lamongan Bobol Brankas Berisi Rp 135 Juta

Sekretaris DKPP Lamongan, Bakrudin Zuhri, mengatakan, waktu tanam petani tembakau tidak bersamaan. Biasanya, periode awal September sudah ada petikan pertama. 

"Untuk beberapa wilayah memang di musim ketiga selalu tanam tembakau, kalau yang padi juga tetap tanam, karena wilayahnya terbagi dengan beberapa komoditi,"ujarnya. 

Kondisi tahun ini berbanding terbalik dengan tahun lalu. Tahun lalu, wilayah Lamongan diterjang fenomena kemarau basah yang merusak kualitas daun.

Baca Juga: Persela Segera Putuskan Penggawa Muda 

Akibatnya, harga jual tembakau di tingkat petani sempat anjlok hingga Rp 35 ribu per kilogram (kg). Padahal, tahun sebelumnya sempat menyentuh angka hampir Rp 50 ribu per kg.

Hingga saat ini, laporan sementara mencatat realisasi tanam telah mencapai 3.900 hektare dan dipastikan terus bertambah seiring proses tanam yang masih berlangsung di berbagai wilayah.

Bakrudin berharap harga tembakau juga kembali naik seperti tahun 2023. Menurut dia, jika petani untung, maka ekonomi di tingkat bawah juga membaik. Dampaknya, petani semakin bersemangat untuk menanam tembakau. 

Bakrudin menambahkan, pemerintah terus berusaha mendampingi dan mensupport petani. Di antaranya, melakukan perbaikan infrastruktur jalan usaha tani untuk mempermudah mobilitas pascapanen hingga pemenuhan kebutuhan pupuk.

Dukungan juga diberikan kepada petani padi dan jagung dengan berupaya mencukupi kebutuhan air dan pupuk. "Karena Lamongan ini selain penghasil padi terbesar, produktivitas komoditi tembakau, jagung juga tinggi. Jadi semuanya harus untung dan mendapatkan dukungan yang sama," jelasnya. (rka/yan) 

Editor : Arya Nata Kesuma
musim emas Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Lamongan kabupaten lamongan petani tembakau