Dulu Berjaya, Mobil Penumpang Umum di Kabupaten Lamongan Kini Andalkan Pekerja Pabrik

Rika Ratmawati • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 16:44 WIB
Operasional mobil penumpang umum di Kabupaten Lamongan kian menyusut. (Google Gemini)
Operasional mobil penumpang umum di Kabupaten Lamongan kian menyusut. (Google Gemini)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Kejayaan mobil penumpang umum (MPU) jenis Elf di Kabupaten Lamongan makin tergerus zaman.

Sebagian besar masyarakat yang kini lebih memilih mengendarai kendaraan pribadi membuat operasional MPU terus menyusut. Banyak armada MPU yang terpaksa ngandang lantaran sepinya penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan, Dianto Hari Wibowo, menjelaskan, MPU masih beroperasi di beberapa lini rute.

Baca Juga: Motor Oleng, Pengendara Tewas Tertabrak Truk di Wilayah Desa Ardirejo Kecamatan Sambeng

Bahkan, izin trayeknya masih ada. Namun, jumlahnya menyusut drastis dibanding belasan tahun lalu. Penyebabnya, banyak faktor.

Salah satunya, sepi penumpang. Meski demikian, napas armada roda empat ini belum sepenuhnya mati.

Sebagian pekerja pabrik masih setia memanfaatkan moda transportasi massal ini untuk mobilitas harian.

Baca Juga: Tingkatkan Tata Kelola Koperasi, Bupati Yes Terima Penghargaan Sebagai Pembina Koperasi Andalan Jawa Timur 2026

Menurut Dianto, rute yang hingga kini masih melayani penumpang setiap harinya antara lain trayek Lamongan — Babat, Babat - Ngimbang, Babat — Ngimbang - Modo, Paciran - Brondong, hingga Brondong - Tuban. “Sekarang peminatnya turun, tapi masih ada,” ujarnya. 

Kondisi serba salah terjadi pada rute Babat - Ngimbang. Meski armada masih tersedia, jadwal keberangkatannya kini tak lagi pasti. Para sopir kerap mengetem sangat lama di terminal atau pinggir jalan demi menunggu kursi terisi penuh.

Sedangkan MPU tidak beroperasi lama karena minimnya peminat, salah satunya trayek Sukodadi - Paciran. Kehadiran armada Trans Jatim beberapa waktu lalu pun diharapkan bisa mengalihkan kembali minat masyarakat untuk memanfaatkan transportasi publik. 

Dianto berharap anak sekolah masih memanfaatkan transportasi umum karena lebih aman. Selain itu, bisa membantu pemilik transportasi dalam menggerakkan perekonomiannya. “Kita hanya bisa menyarankan, tapi semuanya tergantung pribadi masing-masing,” tuturnya.

Berdasarkan data Dishub Lamongan, MPU berizin trayek resmi di wilayahnya terinci masing — masing 15 MPU trayek Lamongan — Paciran dan Paciran — Gresik.

Kemudian, 80 MPU trayek Brondong -Tuban dan 70 MPU Paciran — Brondong. Selanjutnya, 50 MPU Babat - Lamongan dan 61 MPU Babat —Lamongan — Surabaya; 12 MPU Babat - Bojonegoro, serta 10 MPU Babat — Jombang. Sementara trayek Brondong — Solokuro - Godog ada 2 MPU. 

Meski secara data ketersediaan armada berizin mencapai ratusan unit, di lapangan MPU yang beroperasi jauh berkurang. (rka/yan) 

Editor : Arya Nata Kesuma
transportasi publik dishub lamongan mobil penumpang umum