Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Di Lamongan Penggunaan Bungkus Plastik Untuk Daging Kurban Sisa 12 Persen

Rika Ratmawati • Jumat, 29 Mei 2026 | 20:18 WIB
HINDARI PLASTIK: Bungkus untuk daging kurban menggunakan bahan bukan plastik. (Rika Ratmawati/Radar Lamongan)
HINDARI PLASTIK: Bungkus untuk daging kurban menggunakan bahan bukan plastik. (Rika Ratmawati/Radar Lamongan)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Kesadaran warga Lamongan untuk beralih ke kemasan ramah lingkungan saat Idul Adha menunjukkan tren positif.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan mencatat, mayoritas panitia kurban kini mulai meninggalkan kantong plastik sekali pakai dan memilih wadah alternatif yang lebih hijau.

Sekretaris DLH Lamongan, Inganatul Muhimmah, mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun, dari 512 lokasi pelaksanaan kurban, kini tinggal 12 persen yang tercatat belum menggunakan bungkus nonplastik.

Baca Juga: Momen Libur Hari Raya Idul Adha, Penumpang di Stasiun Lamongan Capai 4.371

Selebihnya, masyarakat sudah mulai kreatif dan tertib memanfaatkan kemasan guna ulang.

"Kami bersyukur karena masyarakat mulai sadar untuk mengurangi penggunaan sampah plastik,” ujarnya. 

Himma menuturkan, DLH Lamongan melayangkan surat edaran ke seluruh wilayah melalui jajaran kecamatan hingga desa.

Baca Juga: Layani Pemesan Sembilan Bungkus, Penjual Es Kelapa Muda di Depan Pasar Burung Lamongan Kehilangan Uang Rp 700 dan HP Infinix 

Isinya berupa imbauan ketat untuk menjaga kebersihan dan menekan produksi limbah plastik selama pelaksanaan Idul Adha.

Selain urusan bungkus daging, tercatat ada 60 lokasi yang sukses menggelar konsep Green Idul Adha seperti alat salat berupa terpal atau alas guna ulang. 

Himma menambahkan, gerakan diet sampah plastik ini masih membutuhkan dukungan masif dari banyak pihak agar bisa berkelanjutan.

Pengurangan sampah plastik ini harus dicontohkan dari hal-hal kecil. Saat ini, secara perlahan di setiap instansi pemerintahan Lamongan sudah mulai diterapkan pemilahan sampah.

Bahkan, sebagian besar aparatur sipil negara (ASN) wajib menggunakan botol minum tumbler demi memangkas ketergantungan pada air minum kemasan botol plastik.

Langkah preventif ini krusial dilakukan mengingat setiap momen hari besar keagamaan selalu diikuti dengan lonjakan volume sampah yang cukup ekstrem.

Di hari biasa saja, produksi sampah bisa mencapai ribuan ton per hari, dan jumlah tersebut dipastikan meroket saat Idul Adha. 

Dia berharap masyarakat turun berpartisipasi dalam menjaga bumi dengan mengurangi penggunaan sampah plastik. “Kita sudah siapkan petugas di titik - titik tertentu untuk memastikan Lamongan tetap bersih dari sampah,” tuturnya. (rka/yan) 

 

Editor : Arya Nata Kesuma
#sampah plastik #idul adha #dlh lamongan