radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamongan terus menyiapkan perangkat untuk penambahan halte atau shelter bus Trans Jatim koridor VII rute Lamongan — Paciran.
"Untuk pemasangan tambahan rambu — rambu, tentunya sudah selesai semua. Sebanyak 16 titik rambu — rambu rute Lamongan — Paciran," kata Kabid Transportasi Dishub Lamongan, Tony Ariyanto.
Fasilitas yang telah diselesaikan tersebut meliputi marka jalan khusus pemberhentian bus, rambu penanda Bus Trans Jatim, hingga rambu-rambu lalu lintas pendukung lainnya.
Dengan tuntasnya marka dan rambu di 16 titik tersebut, dishub kini tinggal menyisakan pekerjaan rumah (PR) berupa pemasangan 10 titik shelter baru.
"Dalam waktu dekat ini melakukan pemasangan shelter tersebut, dan dimulai dari sisi utara," tuturnya.
Skema pembangunan dimulai dari wilayah pesisir Paciran, kemudian bertahap merambah ke selatan menuju kawasan Kota Lamongan.
Seperti di Desa Kebet, Kecamatan Sukodadi dan SMPN 2 Sukodadi.
Penambahan titik pemberhentian ini sengaja dirancang untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat setempat yang ingin mengakses layanan Trans Jatim.
"Sebanyak sepuluh titik shelter tambahan berada di depan SDN Kebet; gapura Jirekan, Desa Balungtawun, Kecamatan Sukodadi; SMPN 2 Sukodadi; Masjid Madulegi, Karanggeneng; Pasar Karanggeneng; Pasar Karang Cangring, Gresik; pertigaan Sumberwudi; pertigaan Solokuro; pertigaan Bluri; dan Perumahan Graha indah Paciran," jelasnya. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma