LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Aktivitas jual beli sapi di Pasar Hewan Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung ramai menjelang Hari Raya Iduladha.
Transaksi penjualan maupun harga sapi mengalami peningkatan dibanding hari biasa.
Pantauan di lokasi, Minggu (17/5), jumlah sapi yang masuk ke pasar meningkat hingga hampir dua kali lipat.
Baca Juga: Pasokan di Pasar Ikan Lamongan Melandai, Harga Sejumlah Jenis Ikan Stabil
Para pembeli berburu sapi kurban, terutama jenis limosin berwarna merah yang paling diminati.
Sapuan, pedagang sapi asal Kecamatan Kembangbahu mengatakan, kondisi penjualan sapi menjelang Iduladha tahun ini cukup lumayan. Bahkan, harga sapi mulai merangkak naik dibanding hari biasa.
‘’Penjualan ada peningkatan sedikit, sekitar 40 sampai 50 persen. Pembeli kebanyakan cari sapi limosin. Kalau kiriman ke Surabaya dan Gresik juga limosin semua,” tuturnya saat ditemui di Pasar Hewan Tikung.
Menurut dia, rerata harga sapi kurban saat ini berkisar Rp 25 juta hingga Rp 26 juta per ekor. Harga tersebut naik sekitar Rp 1 juta dibanding sebelumnya.
‘’Kenaikan harga karena sapi yang gemuk-gemuk cepat laku semua,” katanya.
Dia berharap, Pasar Hewan Lamongan kembali ramai seperti beberapa tahun lalu.
''Sehingga peternak maupun pedagang semakin bergairah berjualan,'' ucapnya.
Hal senada disampaikan Ridwan, pedagang sapi lainnya yang menyebut, harga sapi mengalami kenaikan cukup signifikan dibanding tahun lalu.
‘’Meningkat, sekitar 25 persen dibanding tahun lalu,’’ katanya.
Untuk harga sapi juga mengalami peningkatan hingga mencapai Rp 3 juta per ekor.
Untuk harga per sapi saat ini rerata Rp 25 juta, kalau biasanya sekitar Rp 23 juta.
‘’Yang paling diminati tetap limosin metal warna merah,” ungkapnya. ''Penjualan tahun ini cukup ramai. Bahkan, dalam sehari sudah berhasil menjual tiga ekor sapi,'' sambungnya.
Sementara itu, Staf UPT Pasar Hewan Tikung Ajib Ismail menjelaskan, jumlah sapi yang masuk ke pasar mengalami peningkatan sekitar 20 persen dibanding hari biasa.
‘’Kalau sekarang hampir 100 ekor yang masuk. Sebelumnya biasanya hanya sekitar 50 sampai 60 ekor,” jelasnya.
Dia menambahkan, harga sapi juga mengalami kenaikan sekitar Rp 1 juta per ekor.
Mayoritas pembeli mencari sapi limosin merah dengan harga rata-rata mencapai Rp 30 juta.
Ajib berharap kondisi kesehatan ternak tetap aman, sehingga peternak semakin semangat beternak dan pasokan sapi kurban tetap stabil.
‘’Harapan saya tidak ada penyakit, sehingga sapi banyak yang hadir di pasar hewan,’’ pungkasnya. (sip/ind)
Editor : Indra Gunawan