LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Intensitas panen petani tambak di Kabupaten Lamongan dipastikan tidak mengalir bersamaan tahun ini.
Indikasinya terlihat dari volume kedatangan komoditas perikanan di Pasar Ikan Lamongan yang cenderung landai setiap harinya.
Kondisi tersebut berbeda dibanding periode yang sama tahun lalu. Saat itu, panen raya yang berlangsung serentak memicu kepadatan arus lalu lintas di sekitar pasar.
Tahun ini, sebagian petambak belum bisa memanen ikannya karena debit air di tambak masih tinggi.
Padahal, mereka harus bersiap menghadapi musim tanam padi dalam waktu dekat.
"Kalau sekarang, tingkat kedatangan ikan tidak sepadat tahun lalu yang antreannya di jalan bisa bertahan sampai beberapa minggu ke depan. Saat ini volume (kedatangan) minim hingga awal bulan depan," ujar Kepala UPT Pasar Ikan Lamongan, Wahyono.
Wahyono menjelaskan, kepadatan kendaraan pengangkut ikan yang masuk ke pasar hanya terjadi awal bulan lalu dan cuma bertahan seminggu.
Saat itu, para petani panen bersamaan, sehingga pasokan melimpah dan memicu jatuhnya harga ikan secara drastis.
Saat ini kondisinya berbalik. Pasokan ikan yang masuk berkurang dan fluktuasi kedatangan kendaraan sudah kembali normal.
"Seperti minggu lalu, sempat ada kepadatan kendaraan yang hendak masuk. Namun saat ini sudah normal karena sebagian petani tambak belum panen akibat air masih penuh," katanya.
Dampak positif dari fenomena ini adalah harga ikan di pasaran cenderung stabil. Harga tidak seanjlok pekan lalu saat stok mujaer melimpah.
Baca Juga: Hilal Terlihat di Tanjung Kodok Lamongan, Awal Dzulhijah 1447 Hijriah Jatuh Pada 18 Mei 2026
Belum serentaknya panen dipicu oleh banjir yang masih merendam kawasan tambak di dataran rendah, seperti di Kecamatan Kalitengah, Glagah, dan sekitarnya.
"Kalau kondisinya seperti ini, petani tambak justru bisa menikmati hasilnya karena harga sangat stabil, tidak hancur seperti tahun kemarin," imbuh Wahyono. (mal/ind)
Editor : Indra Gunawan