radarlamongan.co - jawaposradarlamongan — Pagu bantuan langsung tunai (BLT) dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) Kabupaten Lamongan tahun ini mengalami penurunan.
Jika tahun lalu mencapai Rp 12,12 miliar, maka tahun ini anggaran yang disiapkan hanya Rp 6,2 miliar.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, Galih Yanuar Medi Pratama, menjelaskan, ada penurunan anggaran sekitar 50 persen dari total tahun lalu.
Baca Juga: DBHCT Turun
"Kita dikasih Rp 6,2 miliar, kita jalankan sesuai pagu di APBD," ucapnya.
Dia mengklaim, saat ini masih melakukan pendataan calon kelompok penerima manfaat (KPM).
"Dan masih pembahasna perbup," imbuhnya.
Prioritas utama KPM adalah buruh pabrik rokok. Selain itu, bantuan juga akan diberikan kepada buruh tani tembakau.
"Yang wajib kita beri semua yakni buruh pabrik rokok, baru kemudian buruh tani tembakau," jelasnya.
Menurut dia, di Kabupaten Lamongan tercatat empat pabrik rokok yang menjadi basis penerima manfaat program tersebut.
Terkait jadwal pencairan, Galih memperkirakan BLT DBHCHT mulai disalurkan pada triwulan ketiga.
“Tapi masih melihat kesiapan data,” tuturnya.
Galih berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau, dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. (sip/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma