LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Pemkab Lamongan terus berusaha dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program keluarga berencana.
Salah satu pendekatannya yakni dengan menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP).
Kepala Dinas PPPA dan KB Lamongan dr. Aini Masida menuturkan, peningkatan kualitas hidup keluarga dimulai dengan perencanaan yang matangBaca Juga: Kenaikan Harga PlayStation 5 Jadi Tantangan Tersendiri Sony Mempertahankan Pasar Konsol
Melalui KB bukan berarti tidak memiliki keturunan, tapi menunda hingga waktu yang lebih pas.
Menurut dia, metode operasi wanita (MOW) maupun metode operasi pria (MOP) memiliki tantangan berbeda. Namun dalam pelaksanaannya ada antusias yang positif dari masyarakat.
Tahun lalu, pihaknya melayani 220 akseptor MOW dan target tahun ini 130 akseptor.
Sementara untuk KB MOP, minat dan antusias masyarakat masih minim. Alasan utamanya, masyarakat masih belum semua bisa menerima KB MOP.
Baca Juga: Persela Lamongan Waspadai Kebangkitan Deltras Sidoarjo di Kandang
Namun, pihaknya terus memberikan edukasi kepada masyarakat, serta memperluas pelayanan KB dengan bermitra bersama 73 fasilitas kesehatan di Lamongan.
Meliputi, puskesmas, rumah sakit, tempat praktik bidan mandiri dan pelayanan kesehatan swasta.
Baca Juga: Tiga Pengedar Pil Dobel L Asal Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan Divonis Sembilan Bulan Penjara
Harapannya dengan fasilitas kesehatan yang tersebar merata, tidak ada lagi kendala jarak bagi masyarakat yang ingin mendapatkan layanan kontrasepsi berkualitas.
dr. Aini berharap kesadaran masyarakat juga meningkat untuk melakukan perencanaan kehamilan.
‘’Kalau ada perencanaan yang baik, minimal secara pemikiran dan ekonomi sudah cukup,” terangnya. (rka/ind)
Editor : Indra Gunawan