radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Lahan pertanian yang terdampak banjir karena intensitas hujan tinggi di Lamongan mencapai 2.718 hektare.
Dari jumlah tersebut, 1.014 hektare dinyatakan puso.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Bakrudin Zuhri, menjelaskan, pertanian yang puso ini sudah dilakukan sejumlah upaya penanggulangan.
Mulai penggulangan pompanisasi di wilayah Bengawan Jero, tanam ulang, hingga usulan bantuan benih pada lokasi terdampak.
“Kita masih terus mengupayakan agar petani bisa melakukan tanam susulan atau panen dini menyesuaikan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Bakrudin mengatakan, bila tanam ulang, harus dipastikan airnya surut.
Sehingga, benih yang ditanam tidak busuk.
Sedangkan padi yang panen dini juga dipastikan tidak hijau, supaya kualitasnya tidak turun.
Menurut dia, kondisi setiap wilayah berbeda.
Jika petani sudah terdaftar asuransi, maka mereka bisa mengajukan klaim.
Menurut dia, wilayah yang terdampak antara lain Babat, Glagah, Kalitengah, Karangbinangun, Lamongan, dan Modo.
Bakrudin berharap petani yang belum terdaftar asuransi bisa mendaftar untuk mengantisipasi apabila ada bencana yang tidak diinginkan.
Sehingga, mereka bisa dapat subsidi klaim.
“Intensitas hujan sangat tinggi di wilayah hulu dan hilir sehingga banyak sungai yang meluap ke pertanian warga, namun yang paling terdampak perikanan tambak,” terangnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma