radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Realisasi penerimaan daerah dari rumah potong hewan dan unggas (RPHU) Lamongan baru realisasi 56 persen dari target Rp 460 juta tahun ini.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, Shofiah Nurhayati, mengatakan, dinasnya mengupayakan bisa mencapai target dalam sisa waktu tersisa sebelum tutup tahun.
Dia beralasan kendalanya cukup banyak.
RPU yang bekerjasama dengan pihak ketiga, terkendala alat yang belum sempurna.
Jarak pemotongan yang jauh dengan peternak menjadikan RPH belum optimal.
“Kita akan upayakan untuk bisa mendekatkan pelayanan dan pastinya menambah kontribusi ke daerah,” jelasnya.
Shofi mengklaim mulai menjalin kerjasama dengan SPPG dalam menyediakan makanan yang aman, sehat untuk makan bergizi gratis (MBG).
Juga, kerja sama dengan rumah sakit dan mengoptimalkan supermarket halal.
Shofi menuturkan, PAD RPH sangat dipengaruhi dengan jumlah orang yang menggunakan jasa pemotongan.
Jika peminatnya kurang, maka kontribusi yang diberikan juga tidak besar.
Dengan peralatan yang sudah lengkap dan canggih, dia berharap bisa dimanfaatkan dalam memotongkan unggas maupun sapi.
“Kita upayakan dengan pelayanan terbaik,” tuturnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma