radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Sebagian koperasi desa merah putih (KDMP) belum berjalan.
Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan, Etik Sulistyani, menjelaskan, KDMP yang sudah berjalan belum banyak.
Sebagian KDMP masih menunggu petunjuk teknis terkait penyertaan modalnya.
Etik mencontohkan KDMP di Desa Keramat, Kecamatan Lamongan dan Desa Kedali, Pucuk.
Dua KDMP itu berjualan obat dan alat pertanian.
Selain itu, unit usaha lainnya, jasa persewaan alat pertanian dan toko alat olahraga.
“Kami berharap unit usaha setiap desa ini bisa menyesuaikan dengan potensi lokal agar sama - sama berkembang,” harapnya.
Jika desa potensi padinya besar, maka bisa bermitra dengan pihak ketiga seperti distributor pupuk.
Jika potensi ikannya besar, maka KDMP bisa bermitra dengan penyedia cold storage atau lainnya.
Sementara KDMP yang belum berjalan, sebagian masih menunggu petunjuk.
Di antaranya, terkait dana himbara untuk masalah pinjaman.
Sedangkan juknis terkait penyertaan modal juga masih dalam proses.
Apakah ada penyertaan modal dari dana desa atau koperasi setempat, secara regulasinya masih belum dan sedang disusun kebijakannya.
Menurut Etik, untuk menambah modal dari simpanan wajib dan pokok, bisa dilakukan penambahan anggota.
Rencananya, dari jumlah desa/kelurahan di Lamongan, 221 koperasi unit usahanya perdagangan.
Kemudian, 187 koperasi bergerak di bidang pertanian dan perkebunan, 44 KDMP unit usaha perikanan kelautan, 21 KDMP di bidang jasa, serta satu lainnya di pengelolaan sampah.
“Alhamdulillah sudah punya NPWP semua, dan kantor juga sebagian besar sudah berproses, yang sudah memiliki kantor 112,” tuturnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma