radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Sejak akhir pekan lalu, kedatangan penumpang KA di Stasiun Lamongan meningkat.
Sebagian di antara mereka adalah para perantau yang bekerja atau menempuh pendidikan di luar kota sepanjang jalur KA.
''Sudah tiga hari ini mengalami peningkatan kedatangan penumpang. Libur hari raya idul fitri,’’ kata Kepala Stasiun KA Lamongan, Sugito, Senin (24/3).
Dia menjelaskan, saat hari - hari biasa, rata – rata penumpang dari luar kota yang berhenti di Stasiun Lamongan sekitar 350 penumpang.
Namun, tiga hari terakhir, penumpang bisa mencapai 850 orang setiap hari.
‘’Tentunya terus mengalami peningkatan saat mudik lebaran,’’ tuturnya.
Para penumpang KA itu naik dari kota - kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang.
Sugito memprediksi puncak arus mudik di Lamongan via kereta pada H – 3 lebaran.
Jumlahnya diperkirakan lebih dari seribu orang.
‘’Sebaliknya nanti saat arus balik, Stasiun Lamongan banyak penumpang dengan tujuan kota – kota besar. Mereka kembali lagi bekerja,’’ katanya.
Sementara itu, perlintasan tanpa palang pintu di Desa Sukoanyar, Kecamatan Turi, dilakukan penutupan.
Langkah itu dilakukan setelah adanya kejadian kecelakaan di perlintasan tersebut Minggu (23/3) malam.
‘’Setelah adanya kejadian, tentunya langsung dilakukan penutupan permanen sehinga tak bisa warga melintas,’’ kata Plt Kepala Dinas Perhubungan Lamongan, Dianto Hari Wibowo. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma