radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Koperasi baru di Lamongan masih bermunculan.
Tahun lalu tercatat ada 21 koperasi baru yang dibentuk.
Rinciannya, 13 koperasi simpan pinjam, 4 koperasi produsen, 3 koperasi konsumen, dan satu koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).
Baca Juga: Terbanyak Pendirian Koperasi Simpan Pinjam
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan, Etik Sulistyani, menjelaskan, pembentukan koperasi menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Adanya koperasi diharapkan bisa menghidupkan ekonomi menengah ke bawah.
Selain itu, mengurangi pinjaman yang bunganya mencekik warga.
Menurut dia, pendirian koperasi simpan pinjam lebih banyak karena kebutuhan permodalan di tingkat masyarakat cukup tinggi.
Etik berharap semua koperasi bisa menjalankan bisnis sesuai peraturan yang ditetapkan.
“Pemberian izin, penghentian izin, semuanya dilakukan secara online dan langsung ditangani pusat. Daerah hanya menerima laporan untuk membantu pengawasan,” jelasnya.
Etik mengingatkan, penyelenggara koperasi harus melaksanakan tugasnya sesuai izin yang diterbitkan.
Jika mereka bergerak di bidang non-KSP, maka tidak bisa menjalankan bisnis simpan pinjam.
Juga sebaliknya. Koperasi yang menyalahi aturan, izinnya dapat dicabut oleh pusat.
Dia menambahkan, tahun lalu ada sebagian koperasi yang tidak sehat.
“Tahun 2024 ada 251 koperasi yang tidak aktif dengan berbagai penyebab. Jadi untuk anggota jangan hanya mengusulkan pendirian, tapi memastikan koperasi tersebut bisa membantu kesejahteraan anggotanya,” ujarnya.
Etik menuturkan, koperasi yang tidak aktif sudah diupayakan untuk diaktifkan.
Namun, minimnya regenerasi sehingga tidak bisa dilanjut.
“Tidak aktif bukan hanya karena kredit macet tapi regenerasi yang melanjutkan juga minim,” tuturnya.
Etik menjelaskan, koperasi di Lamongan sampai saat ini mencapai 1.397 unit.
Koperasi itu bergerak di banyak bidang.
Mulai koperasi pegawai, wanita, BUMD, KSP dan lainnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma