radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Gangguan penglihatan pada masyarakat saat ini menjadi permasalahan yang sangat serius di era serba teknologi.
Kewaspadaan masyarakat akan kesehatan mata, sangat membantu terhindar dari keluhan mata yang semakin kompleks.
Karena itu, tepat pada usia 15 tahun Eyelink Group sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan mata, resmi menghadirkan tes mata online dalam kampanye Melihat #Lebihjelas.
Alasan dihadirkannya tes mata online ini, agar masyarakat lebih peduli kesehatan mata.
Sebab, dari data pemeriksaan tim Eyelink Group
di Lapangan, didapati kasus mata yang kerap ditemukan adalah Kelainan Refraksi dan Katarak.
Dari data yang dihimpun Eyelink Group, lebih dari 9.153 pasien di Lamongan (baik di lingkungan pendidikan, wilayah desa, hingga perkotaan) pada tahun 2024, sebanyak 3.270 pasien mengalami Kelainan Refraksi seperti mata minus, plus, atau silinder.
Selain itu ada 693 peserta positif Katarak, dua keluhan mata inilah yang mendominasi di setiap pemeriksaan.
“Dari hasil pemeriksaan mata yang dilakukan, kelainan refraksi dan katarak menjadi dua keluhan yang paling banyak ditemukan di Lamongan.” Sebut Direktur RS Mata KMU Lamongan dr. Badlina Fitrianisa Yulianingrum
Dikatakannya, Tes Mata Online ini menjadi inovasi Eyelink Group, agar masyarakat bisa rutin melakukan pemeriksaan mata dari mana saja, dan lebih peduli dengan kesehatan mata.
Layanan kesehatan mata yang dinaungi oleh Eyelink Group ini, diantaranya RS & Klinik Mata KMU, National Eye Center, dan Optik Natamata, yang dalam periode ini melakukan roadshow mengenalkan Tes Mata online Melihat #LebihJelas ini dengan roadshow di sekolah hingga fasilitas umum.
“Masyarakat dapat melakukan tes mata online ini untuk mengetahui kondisi mata awal. Dengan mengetahui kondisi awal ini, maka masyarakat bisa segera melakukan pemeriksaan mata ke dokter spesialis mata langsung bila diketahui dari hasilnya kurang optimal,” tutur dr. Badlina.
Melalui tes mata online ini, masyarakat bisa mengetahui kondisi penglihatannya dari berbagai keluhan seperti, Kelainan Refraksi (Minus, silinder, hingga plus), karena itu tes ini kerap disebut juga sebagai tes mata minus.
Selain itu, dengan tes mata online yang dapat diakses di
melihatlebihjelas.id ini, bisa mengetahui kondisi buta warna, Katarak, dan lainnya.
Meski demikian, dr. Badlina menegaskan bahwa hasil ini tidak bisa disamakan dengan pemeriksaan dokter mata secara langsung.
“Tetap harus ditegakkan diagnosanya oleh Dokter Spesialis Mata dengan pemeriksaan langsung, tes ini membantu masyarakat lebih aware, khususnya untuk kondisi penglihatan yang sudah mengganggu,” lanjutnya.
Seperti salah satu pengguna tes dari Lamongan ini mengatakan bahwa tes mata online ini sangat membantu untuk mendeteksi dini di sela kesibukannya sebagai penulis.
“Ada seorang penulis yang kesehariannya melihat komputer dan membaca buku, namanya Ibu Fitri Alarqom yang merasa sangat senang bisa melakukan tes secara mandiri karena baginya susah untuk meluangkan waktu disela kesibukannya.”jelasnya.
Editor : Arya Nata Kesuma