radarlamongan.co – jawaposradarlamongan - Triana Dewi senang berbagi pengalaman melalui tulisan.
Dia setiap hari menyempatkan untuk menulis.
Triana Dewi menjadi salah satu guru SMP di Kabupaten Lamongan yang memiliki segudang prestasi.
Selain berkontribusi aktif di dunia pendidikan, dia memiliki kemampuan menulis.
Kemampuan itu hasil kemauannya sejak kecil untuk menulis.
Bukan hanya di kertas.
Media sosial seperti facebook, dijadikan tempat menulis.
Setelah bertemu banyak komunitas penulis, kemampuan menulisnya terus berkembang.
Kepercayadirian semakin tinggi setelah Jawa Pos memuat artikelnya tentang pembelajaran e-learning.
Bagi Triana, menulis itu bagian dari healing.
Dia bisa mencurahkan isi hati melalui tulisan.
Meski tidak ada solusi, itu sudah lega.
“Menulis ini terapi buat saya karena bisa meluapkan semua perasaan,” ujar guru SMPN 1 Kembangbahu ini.
Sampai sekarang, Triana sudah menulis 40 buku.
Sebagian besar antologi yang mayoritas tulisan berlatar belakang kisah nyata.
Selain itu, ada beberapa karya solo.
Salah satunya, Teacherlicious: Indahnya Menjadi Guru.
Dia bersyukur belum menemui kendala menulis.
Triana hanya perlu manajemen membagi waktu.
Dia harus selalu menyediakan waktu untuk menulis setiap hari.
Dengan kemampuannya menulis saat ini, Triana menjadi founder Lamongan Local Guide serta tergabung dalam beberapa komunitas.
Dia juga masih aktif sebagai penulis di media web dan mereview produk menulis ulasan tentang produk tertentu.
Triana menuturkan, sebagai guru harus memiliki kemampuan literasi yang bagus agar bisa mendidik murid dengan baik.
Dia selalu meng-upgrade kemampuannya untuk bisa ditularkan kepada anak didik.
“Saya malah senang kalau anak-anak suka menulis, jadi kita bisa belajar bersama,” terangnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma