radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Sejumlah sawah di wilayah Kecamatan Kalitengah dan Karanggeneng gagal panen.
Penyebabnya, tanaman padi dimakan hama tikus.
Karjono, petani di Kecamatan Kalitengah mengatakan, dirinya Rabu (25/12) ikut memotong tanaman padi berumur 60 hari.
Potongan tanaman padi itu bakal dibuat pakan sapi.
Sebab, padi itu tidak bisa dipanen karena sebagian habis dimakan tikus.
‘’Ini rugi total Mas, dimakan tikus,’’ katanya.
Dia sudah berusaha mencegah tikus masuk ke sawahnya.
‘’Diberi plastik masih tidak bisa,’’ imbuhnya.
Suwoto, petani asal Mertani, Kecamatan Karanggeneng, mengatakan, di desanya juga banyak tanaman padi yang dimakan tikus.
‘’Sampai dimakan habis, ada yang gagal panen,’’ ujarnya.
Ketua Komisi B DPRD Lamongan, Supono, meminta dinas terkait segera melakukan penanganan secepatnya.
‘’Perlu ada tindakan dari dinas terkait, kerjasama dengan kelompok tani sehingga tertangani,’’ katanya.
Supono berharap ada mitigasi dini untuk ke depannya.
‘’Perlu ada kewaspadaan dini, ini harus dipikirkan,’’ imbuhnya.
Supono juga mengaku menerima aduan dari petani Kecamatan Tikung dan Mantup.
Mereka mengeluhkan sawahnya terkena jamur yang mengakibatkan gagal panen karena padi menjadi putih.
‘’Katanya tidak bisa diobati, jadi perlu ada penanganan,’’ ucapnya.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, M Bakhrudin Zuhri, mengakui saat ini ada beberapa wilayah yang terkena serangan hama tikus.
Dia mengklaim serangannya masih di bawah ambang.
Dinasnya sudah berupaya preventif dengan rutin melakukan gerakan pemberantasan hama tikus.
‘’Kita sudah melakukan kegiatan preventif,’’ klaimnya.
Bakhrudin menjelaskan, curah hujan yang tinggi menimbulkan kelembaban yang memungkinkan tumbuhnya jamur.
Timnya terus monitoring terkait serangan tikus maupun jamur.
‘’Teman - teman yang di lapangan senantiasa monitoring dan sudah bergerak,’’ katanya. (sip/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma