LAMONGAN, Radar Lamongan — Proyek jalan lingkar utara (JLU) Lamongan masih terus dikerjakan.
Sejumlah pekerja terlihat sibuk di beberapa titik pengerjaan.
Sementara itu, penerangan jalan umum (PJU) masih diprioritaskan Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan di tahun ini.
Apalagi mendekati lebaran, PJU jalan nasional yang dibutuhkan karena mobilisasi kendaraan tinggi.
Kepala Dishub Lamongan, Heruwidi, beralasan PJU padam karena sejumlah kendala.
Dia berusaha menyelesaikan bertahap dengan memetakan sesuai kebutuhan yang paling mendesak.
Menurut dia, bulan ini petugas intens melakukan pengecekan jaringan PJU jalan nasional.
PJU yang padam akan diperbaiki.
Sebab, selama lebaran dipastikan arus lalu lintas padat.
Penerangan yang cukup dibutuhkan untuk menghindari adanya kecelakaan lalu lintas.
“Akhir tahun lalu kita perbaiki Sukodadi sampai Turi, sekarang semua akan menjadi sasaran perbaikan,” klaimnya.
Menurut dia, perbaikan PJU jalan nasional dilakukan mulai Tugu Paduraksa, Nginjen, sampai perbatasan Lamongan - Tuban dan Lamongan - Bojonegoro.
Petugas bakal mengecek untuk memastikan jenis kerusakannya.
Perbaikan dilakukan bertahap sehingga saat lebaran penerangan sudah lebih baik.
Heruwidi mengatakan, masalah PJU akan terus ada.
Apalagi, cuaca hujan.
Alasannya, sebagian besar PJU jalan nasional menggunakan kabel tanam yang rawan konslet.
Ketika ada genangan air, PJU mudah korsleting.
Heruwidi menuturkan, karena jumlah PJU banyak, akan dipetakan perbaikan yang paling mendesak.
Anggaran pemeliharaan jalan nasional Rp 100 juta akan dimaksimalkan untuk memberikan penerangan yang cukup.
Dia mengatakan, jalan kabupaten wilayah selatan, utara, dan kota juga akan diperbaiki bila ada kerusakan.
Sebab, sudah disediakan anggarannya. “Yang padam akan segera diperbaiki, supaya berkendara lebih nyaman,” tuturnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma