Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Perubahan Cuaca, Peternak Ayam Telur di Lamongan Harus Waspada

Anjar Dwi Pradipta • Selasa, 6 Februari 2024 | 23:36 WIB
HARUS WASPADA: Disnakeswan Lamongan mengantisipasi cuaca yang berubah-ubah memicu penyakit pada ayam petelur. (Anjar. / rdrlmg)
HARUS WASPADA: Disnakeswan Lamongan mengantisipasi cuaca yang berubah-ubah memicu penyakit pada ayam petelur. (Anjar. / rdrlmg)

LAMONGAN, Radar Lamongan - Sejumlah ayam petelur di Kabupaten Bojonegoro mati mendadak. Penyebabnya ditengarai karena perubahan cuaca, sehingga ayam mengalami flu dan stres.

Kejadian di kabupaten tetangga tersebut menjadi perhatian Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan.


Sekretaris Disnakeswan Lamongan, drh. Rahendra mengatakan, kondisi cuaca yang berubah-ubah juga memberikan dampak buruk kepada ternak, salah satunya ayam petelur.

Apalagi jenis unggas ini cukup sulit perawatannya, karena mudah stres. Jika demikian, maka dikhawatirkan memengaruhi produksi telur.


Namun, Rahen mengaku, hingga kemarin belum ada laporan kejadian ayam mati mendadak di Lamongan.

Kita belum menerima laporan, tapi harus tetap melakukan antisipasi sebelum ada kasus, ujarnya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Lamongan. 


Dia merinci, jumlah populasi ayam unggas (petelur dan broiler) di Lamongan cukup banyak, sekitar 500 ribu ekor.

Populasi ini menyebar di Kecamatan Kedungpring, Sugio, Paciran, Solokuro, Brondong, dan Mantup. Namun, populasi terbanyak Paciran.


Karena itu, sebagai antisipasi akan dilakukan imbauan kepada petugas di lapangan, untuk melakukan penerapan bio sekuriti secara ketat.

Terutama membatasi lalu lintas keluar dan masuk kandang, vaksinasi, serta peningkatan kesadaran publik. 


Rahen menuturkan, untuk jenis unggas di Lamongan ini ada petelur dan broiler. Kalau petelur ini cukup mudah stres dan akan mempengaruhi produksi telur.

Sementara untuk jenis broiler biasanya rentan sakit, sehingga peternak mengantisipasi dengan beberapa jenis obat.


Dia menuturkan, untuk unggas terdapat vaksin sendiri. Seluruhnya dilakukan sebagai bentuk pencegahan agar produksi ternak di Lamongan aman dan tercukupi.

Untuk populasi ternak di Lamongan sangat banyak, jadi sebelum ada wabah, kita harus antisipasi lebih dulu, terangnya. (rka/ind) 

Editor : Anjar D. Pradipta
#lamongan #Ayam petelur #perubahan cuaca #peternak ayam