Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Anggota Grup Facebook Gay Miliki Tempat Favorit untuk Janjian, Ini Salah Satunya

Yulianto Adi Nugroho • Jumat, 11 Juli 2025 | 12:38 WIB

DISALAHGUNAKAN: Kondisi kolam air hangat bekas sumur bor di Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, kemarin (8/7). (adi/jprm)
DISALAHGUNAKAN: Kondisi kolam air hangat bekas sumur bor di Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, kemarin (8/7). (adi/jprm)

radarlamongan.co – jawaposradarlamongan – Penyuka sesama jenis laki – laki tak hanya punya grup facebook (FB) untuk berkomunikasi.

Mereka juga punya sejumlah tempat favorit untuk berkumpul atau janjian berduan.

Seperti gay di Mojokerto. Di grup Facebook Gay Mojokerto, yang memiliki 10 ribu anggota itu, sering muncul unggahan nama kolam air hangat Kedungsari atau lebih dikenal dengan bor-boran untuk tempat janjian dan mencari pasangan penyuka sesama jenis.

Tak hanya gay di Kabupaten dan Kota Mojokerto, juga mencakup Jombang hingga Sidoarjo.

Bungkus dan karet kondom sering ditemukan di tempat tersebut.

Mei lalu, sebuah akun anonim mengingatkan agar anggota grup Facebook Gay Mojokerto tak meninggalkan jejak barang seperti itu setelah berbuat asusila.

’’Karena bisa membuat kecurigaan n emosi warga,’’ tulis akun yang unggahannya kini telah hilang tersebut.

Lokasi bor-boran ada di lahan kosong tengah kampung.

Sekitar kolam pancuran yang mengeluarkan air hangat, saat ini dipenuhi sampah plastik.

Di antara sampah yang kebanyakan bungkus sampo, sabun, dan deterjen, itu terdapat bekas kemasan gel pelumas (lubricant) merek Love GJC.

Selain itu, terdapat pula dua celana dalam yang dibuang ke semak-semak.

Sulis, seorang warga sekitar mengatakan, belakangan muncul permintaan agar lokasi sumur bor ditutup.

Permintaan itu kemungkinan datang dari penghuni perumahan tepat di sebelah timur sumur.

’’Mungkin risih atau bagaimana lihat ada yang mandi di situ,’’ ujarnya seperti dilansir Radar Mojokerto.

Menurut dia, sudah rahasia umum bahwa lahan aset pemkot tersebut menjadi tempat berkumpul kaum gay.

Ada kalanya, anak-anak muda yang hendak ke lokasi bertanya kepadanya di mana bor-boran.

Mereka adalah para laki-laki. ’’Tapi kalau anak sini sendiri tidak ada, mereka dari luar,’’ ucap pemilik warung ini. (*)

Editor : Arya Nata Kesuma
#Kota Mojokerto #kondom #lamongan #penyuka sesama jenis #kolam air hangat #gay