Radarlamongan.co - Perempuan berinisial, NA, 29, asal Lamongan dan pria berinisial, HK, 28, ditemukan tewas di dalam kamar kos, Jalan Sidosermo Indah XII, Wonocolo Surabaya, Kamis (10/4), sekitar pukul 11.30.
Jenazah dua sejoli saat ini dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk dilakukan visum dan otopsi.
Dikutip dari berita yang diunggah oleh Jawa Pos Radar Surabaya, sepupu korban bernama Nur Apriliani, mengatakan awalnya ia ditelepon oleh kakak korban dari Lamongan, disuruh untuk mengecek kondisi NA di kamar kosnya.
Sehari-hari korban bekerja sebagai perawat di salah satu rumah sakit Surabaya.
Diduga saat itu korban dihubungi temannya untuk masuk kerja karena ada jadwal operasi. Karena tak bisa dihubungi, rekan kerjanya berupaya untuk menghubungi kakaknya.
"Terus saya lihat keadaan di kosnya. Saya ke sini ternyata kamar kos dikunci dari dalam," jelasnya.
Tak hanya itu, Saat dipanggil korban juga tidak merespons. Saksi menghubungi ibu kos untuk meminta kunci. Namun ibu kos sedang di luar kota.
"Saya manggil tukang kunci akhirnya datang pintu dicongkel. Terus nggak sempat buat kunci dia pergi. Saya lihat di dalam kamar sepupu saya sudah tertelungkup menghalangi pintu saya bangunin nggak bangun-bangun," ucapnya.
Selain sepupunya yang ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, di dalam kamar juga ada HK pacar korban.
Kondisinya terlentang menggunakan pakaian juga sudah dalam kondisi meninggal dunia. Saksi lalu turun menelpon temannya dan pengelola kos melapor terkait kejadian tersebut.
"Katanya ada suntikan tapi saya nggak tahu (detailnya). Di sampingnya ada suntikan, suntikan tergeletak. Di samping mungkin keduanya," tambahnya.
Nur menjelaskan sepupunya merupakan perawat di salah satu rumah sakit di Surabaya. Sedangkan pacarnya merupakan pria asal Pamekasan berprofesi sebagai pengusaha dan sedang menempuh pendidikan S2 di salah satu kampus kawasan Tenggilis Mejoyo.
"Mereka pacaran sudah setahunan. Mereka adem-adem aja," bebernya.
Kapolsek Wonocolo Kompol Haryoko Widhi menjelaskan, setelah menerima laporan bersama piket fungsi reskrim dan Tim Inafis Polrestabes Surabaya mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP.
"Posisi dua mayat kami temukan dalam kamar kos," ungkapnya.
Haryoko menyatakan, dua mayat korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum dan otopsi.
Ada dugaan bahwa kematian dua sejoli ini tidak wajar. "Jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk otopsi. Kami masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban," tegasnya. (rus/jar)
Editor : Anjar D. Pradipta