radarlamongan.co – jawaposradarlamongan – Dua pemuda yang diduga mabuk, mengendarai motor di salah satu wilayah di Jombang.
Diduga dalam pengaruh minuman keras (miras), pemuda itu membawa senjata tajam.
Polisi yang melihat ada pembawa senjata tajam, berusaha mengejar dua pemuda itu.
Agar bisa melarikan diri dan tak terlihat polisi, pemuda itu masuk dari gang ke gang.
Namun, apes. Gang yang terakhir dilewati buntu.
”Mereka masuk di Kepatihan dan kebetulan itu gang buntu,” kata Kepala Desa (Kades) Kepatihan, Erwin Pribadi.
”Kejadiannya Sabtu (9/11) dini hari,” imbuhnya.
Khawatir polisi masih mengejar, tanpa pikir panjang, salah satu pemuda itu memanjat rumah milik Subadi Muslih, yang menjadi ketua RT 04, RW 05.
”Karena atapnya tidak kuat, akhirnya jebol,” kata Erwin.
Tentu saja, suara atap jebol membuat pemilik rumah kaget.
Lebih kaget lagi, ada orang yang tak dikenalnya sudah ada di dalam rumah karena ikut terjatuh setelah atap ambrol.
Muslih berteriak meminta tolong kepada warga sekitar lingkungannya.
”Warga teriak-teriak, polisi langsung datang dan membawa anak itu,” jelas Erwin.
Pemuda tersebut hanya pasrah saat diamankan polisi yang datang.
Dia dibawa polisi beserta kendaraannya.
”Tidak sampai dihajar massa, satunya belum ketangkap karena lari,” tutur Erwin.
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra membenarkan adanya kejadian tersebut.
”Informasi dari anggota, pelapor dan terlapor ingin menyelesaikan secara kekeluargaan dan mengganti rugi kerusakan. Jadi tidak sempat untuk laporan,” ujar Margono. (*)
Editor : Arya Nata Kesuma