Radarlamongan.co - Klub raksasa Liga Inggris, Manchester City, resmi mendatangkan gelandang asal Belanda, Tijjani Reijnders, dari AC Milan dengan nilai transfer fantastis yang mencapai €70 juta atau setara Rp1,22 triliun. Transfer ini diumumkan secara resmi pada 11 Juni 2025, menjadikannya salah satu pembelian termahal City musim ini.
Reijnders menandatangani kontrak berdurasi lima tahun, hingga musim panas 2030. Nilai dasar transfer sebesar €55 juta (±Rp962 miliar) disertai klausul bonus performa yang dapat membuat totalnya melonjak ke angka €70 juta.
Reijnders memulai karier profesionalnya di PEC Zwolle, lalu bersinar bersama AZ Alkmaar hingga akhirnya bergabung dengan AC Milan pada 2023.
Bersama Rossoneri, ia tampil dalam lebih dari 100 pertandingan, mencetak 13 gol, dan meraih gelar Supercoppa Italiana. Musim 2024/25, ia bahkan dinobatkan sebagai gelandang terbaik Serie A.
Melalui akun media sosial instagram resminya, Pemain Timnas Belanda ini mengungkapkan bahwa dirinya sangat bangga bergabung dengan tim rival Manchester United tersebut.
"Hey Cityzen, Bangga sekarang menjadi bagian keluarga City! Sangat bersemangat memberikan segalanya untuk klub ini," tulisnya melalui unggahan foto di instagram pribadinya.
Di City, pemain kelahiran Zwolle, 29 Juli 1998 ini, digadang-gadang akan mengganti peran penting di lini tengah, seiring kepindahan Kevin De Bruyne ke Napoli.
"Saya mengidolakan De Bruyne sejak lama. Bermain di klub yang sama merupakan impian besar yang jadi kenyataan," ungkapnya setelah resmi diperkenalkan menjadi pemain Manchester City.
Dalam waktu dekat, Reijnders akan langsung bergabung dengan tim asuahan Pep Guardiola untuk menghadapi turnamen FIFA Club World Cup 2025 (Piala Dunia antar klub) yang akan berlangsung di Amerika Serikat.
"Tantangan pertama sudah menunggu, FIFA Club World Cup. Waktunya mulai bekerja!" tambahnya.
Banyak yang belum tahu, pemain berdarah Indonesia sebelum dikenal dunia seperti saat ini.
Ia sempat bekerja di supermarket Aldi di kampung halamannya. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari pembentukan karakternya. Kisah ini bermula saat Reijnders berusia 17 tahun.
"Waktu itu di Aldi adalah bagian yang sangat berharga dalam hidup saya. Saya melihat dua sisi kehidupan, kerja keras dan impian," jelasnya dalam sebuah wawancara.
Saat itu Reijnders belum memiliki kontrak profesional dengan klub manapun. Orang tuanya, terutama ibunya yang masih berdarah Maluku, Angelina Lekatompessy, mendorong dirinya untuk mengambil kesempatan itu agar ia bisa belajar menghargai nilai uang dan memahami kehidupan normal pekerja.
Dari mengisi rak di supermarket hingga menjadi pemain top Eropa dengan nilai transfer triliunan rupiah, kakak kandung pemain Timnas Indonesia, Eliano Reijnders ini membuktikan bahwa mimpi besar dapat dicapai oleh siapa saja yang bersungguh-sungguh. (jar)
Editor : Anjar D. Pradipta