LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Belum genap setahun terpasang, lampu lalu lintas (traffic light) di perempatan Desa Balun, Kecamatan Turi, persimpangan jalur lingkar utara (JLU), kembali padam.
Kondisi ini dikeluhkan para pengguna jalan karena dinilai membahayakan dan memicu kerawanan kecelakaan.
Tanpa nyalanya lampu pengatur lalu lintas, kendaraan dari arah barat maupun timur kerap melaju dengan kecepatan tinggi tanpa ada yang mau mengalah.
Baca Juga: Fisik Enam Pemain Persela Lamongan di Atas Rata-rata
Warga khawatir titik tersebut kembali memakan korban seperti sebelum ada pemasangan traffic light.
Purwanto, salah satu pengguna jalan, mengungkapkan bahwa padamnya lampu tersebut sangat membahayakan pengendara yang melintas.
‘’Kalau saya sendiri berharap agar dilakukan perbaikan, sehingga tak terjadi lagi kecelakaan di perempatan,’’ pintanya.
Sebelum dipasang traffic light, lanjut dia, perempatan tersebut memang tergolong rawan.
Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini dipastikan bakal membahayakan pengguna jalan lainnya. Dia berharap perbaikan bisa segera dilakukan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Pemkab Lamongan Genjot Normalisasi Irigasi, Komisi C DPRD Minta Jadi Prioritas Setelah Jamula.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan Dianto Hari Wibowo menjelaskan, pihak perhubungan sebenarnya sudah sempat melakukan perbaikan, namun lampu tersebut kembali mengalami gangguan.
Karena status ruas jalan tersebut, Dishub Lamongan telah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk penanganan lebih lanjut.
‘’Saya sudah melaporkan ke BBPJN agar mengirim tim teknisi melakukan perbaikan,’’ ucapnya. (mal/ind)
Editor : Indra Gunawan