Pengendara Keluhkan Hadapi Dua Titik Kemacetan di Jalan Nasional Lamongan

M. Gamal Ayatollah • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 19:59 WIB
Pengendara dari arah barat mengeluh menghadapi dua titik kemacetan perbaikan jembatan jalan nasional. (GAMAL AYATULLAH/RADAR LAMONGAN)
Pengendara dari arah barat mengeluh menghadapi dua titik kemacetan perbaikan jembatan jalan nasional. (GAMAL AYATULLAH/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan kepadatan lalu lintas akibat adanya proyek perbaikan jembatan di wilayah Desa Deket Kulon, Kecamatan Deket.

Pengerjaan sisi utara jembatan pada jalur Lamongan menuju Surabaya tersebut memicu antrean kendaraan dari arah barat ke timur.

Baca Juga: Perkuat Kolaborasi, Kwarcab Lamongan Lantik Ka Mabiran dan Ka Kwarran

​Andi Santoso, salah seorang pengguna jalan mengungkapkan, pengendara dari arah barat setidaknya harus menghadapi dua titik kemacetan sekaligus, yakni di wilayah Kecamatan Pucuk dan Kecamatan Deket.

‘’Jadi satu lajur ini kena dua kali kemacetan. Apalagi kalau pagi hari,’’ keluhnya.

​Menurut Andi, kepadatan panjang kerap terjadi pada pagi hari di kedua wilayah tersebut. Bedanya, kemacetan di Deket tidak sepanjang di Pucuk, berkat adanya jalur lingkar utara (JLU).

Jalur utama Deket kini didominasi kendaraan pribadi, sementara kendaraan besar dialihkan ke JLU.

‘’Sebaliknya, kemacetan di Pucuk jauh lebih panjang karena tidak memiliki jalur lingkar, sehingga seluruh jenis kendaraan menumpuk di satu titik,’’ katanya.

Baca Juga: Institut Sabilillah (INSA) Lamongan Kukuhkan Senat Dosen dan Tendik, Perkuat Fondasi Penyelenggaraan Kampus

​Sementara itu, Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid menjelaskan, jika terjadi kepadatan yang memanjang, petugas di lapangan akan langsung melakukan pengaturan lalu lintas. Selain itu, pengendara akan diarahkan untuk memanfaatkan jalur alternatif.

‘’Nantinya anggota akan bersiaga di lokasi tersebut untuk melakukan pengaturan lalu lintas, termasuk mengarahkan kendaraan melalui JLU jika terjadi kepadatan panjang,’’ jelasnya. (mal/ind)

Editor : Indra Gunawan
jalan nasional lamongan