LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamongan tengah mematangkan rencana pengadaan feeder (angkutan pengumpan) Trans Jatim.
Langkah ini diambil untuk mengoneksikan wilayah permukiman yang selama ini belum terjangkau oleh rute bus Trans Jatim.
Baca Juga: Manajemen Persela Lamongan Target Seminggu Ini Lengkapi Skuad
Kepala Dishub Lamongan, Dianto Hari Wibowo membenarkan bahwa usulan moda transportasi pendukung tersebut sedang diproses tahun ini.
Jika disetujui, operasional penuh ditargetkan berjalan pada tahun depan. Saat ini, pihaknya sedang gencar melakukan survei rute di sejumlah titik di wilayah Lamongan.
‘’Memang benar, rencana di tahun ini kami melakukan pengusulan transportasi feeder bus Trans Jatim atau angkutan pendukungnya,’’ terang Dianto.
Dianto menjelaskan, kehadiran feeder yang nantinya memanfaatkan mobil penumpang umum (MPU) ini bertujuan untuk memudahkan mobilitas masyarakat.
Terutama bagi warga yang tinggal di kawasan pelosok agar tetap bisa mengakses layanan bus Trans Jatim.
‘’Jadinya ini menyambungkan dengan bus Trans Jatim di wilayah yang belum bisa diakses,’’ terangnya.
Meski demikian, Dianto belum bisa membeberkan kepastian jumlah armada MPU yang akan dikerahkan, serta besaran tarif yang dibebankan kepada penumpang.
Menurut dia, seluruh aspek teknis dan finansial saat ini masih dalam tahap pengkajian mendalam.
‘’Semua masih diperhitungkan dan direncanakan untuk kedepan. Semoga saja disetujui dan kami juga melihat anggaran yang ada,’’ jelasnya.
Baca Juga: Memasuki Panen Raya Harga Garam di Wilayah Pantura Lamongan Turun
Terkait jalur yang akan dilewati, Dishub mengaku sudah mengantongi beberapa opsi.
Fokus utamanya adalah menghidupkan kembali rute-rute MPU yang saat ini sudah tidak beroperasi atau mati suri.
Seperti rute Pucuk-Sekaran-Laren-Paciran, Pasar Lembung-Kalitengah-Karanggeneng, Lamkot-Deket-Karangbinangun, dan Kedungpring-Sugio-Plembon-Lamongan Kota. (mal/ind)
Editor : Indra Gunawan