LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Setelah menuntaskan pembongkaran di sisi Jembatan Desa Rejosari, pengerjaan kini bergeser ke area lain.
Petugas mulai melakukan pembongkaran oprit jembatan di jalur poros nasional Lamongan–Gresik, tepatnya di Desa Deket Kulon, Kecamatan Deket.
Pengawas Lapangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) PPK 4.5, Arvian Zanuardi menjelaskan, proyek tersebut diproyeksikan berlangsung selama satu bulan kedepan.
Tahap awal pengerjaan difokuskan pada sisi utara terlebih dahulu. Setelah rampung, barulah pengerjaan bergeser ke sisi selatan jalan.
Baca Juga: Cari Pemicu Terjadinya Kebakaran di Pasar Agrobis Babat Tim Labfor Polda Jatim Turun Tangan
Mengingat pengerjaan membutuhkan waktu yang cukup lama, rekayasa arus lalu lintas dipastikan akan diterapkan di sekitar lokasi.
‘’Pengerjaan tersebut tentunya akan sama dengan pengerjaan di wilayah Desa Rejosari,” terangnya.
Ditambahkan Arvian, kondisi aspal atau jalan sebelum masuk jembatan tersebut memang sudah ambles.
Baca Juga: Pengganti Bus DAMRI yang Batal, Trans Jatim Siap Sasar Rute Mantup, Lamongan - Mojokerto
Karena itu, nantinya akan dilakukan pengecoran di sisi jembatan tersebut agar kembali kokoh.
Ia meminta para pengguna jalan yang melintas untuk bersabar apabila menemui kepadatan arus.
Proyek ini diprediksi akan berjalan lebih cepat karena bukan membongkar jembatan secara total, melainkan hanya bagian opritnya saja.
‘’Setelah pengerjaan tersebut usai, jalur akan langsung dibuka normal seperti semula lagi,” imbuh Arvian.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid menjelaskan, jika terjadi kepadatan kendaraan yang cukup panjang, petugas di lapangan akan langsung melakukan pengaturan lalu lintas.
Pengguna jalan juga bakal diarahkan untuk melintasi jalur alternatif yang sudah disiapkan.
‘’Nantinya anggota akan bersiaga dan melakukan penjagaan di lokasi tersebut untuk mengatur lalu lintas,” jelas Hamzaid.
Baca Juga: Saksi Fakta Ungkap Tak Ada Perantara Jual Beli Lahan di Jombang
Bagi pengendara roda empat atau lebih, petugas mengimbau untuk memanfaatkan jalan lingkar utara (JLU) demi menghindari potensi penumpukan kendaraan di titik pengerjaan. (mal/ind)
Editor : Indra Gunawan