LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Sejumlah sopir angkutan menyoroti perbaikan dua jembatan di jalan nasional yang dilakukan secara bersamaan, yakni jembatan di Desa Kesambi, Kecamatan Pucuk dan jembatan di Desa Rejosari, Kecamatan Deket.
Imbasnya, pengguna jalan harus menghadapi dua kemacetan, yang membuat jarak tempuh molor hingga berjam-jam.
‘’Ada dua lokasi kepadatan saat melintas di wilayah Lamongan, mengingat adanya pengerjaan jalan di Pucuk serta jembatan di Deket,’’ terang Andy Eko Utomo, salah seorang sopir truk.
Perbaikan jembatan di Desa Kesambi sudah dilaksanakan sekitar dua bulan lalu. Sedangkan, perbaikan jembatan di Desa Rejosari baru dimulai beberapa hari ini.
Dia menjelaskan, pada pagi hari kepadatan kendaraan dari arah Lamongan menuju Surabaya maupun sebaliknya, menumpuk di wilayah Deket.
Sementara pada sore hari, antrean kendaraan yang mengular panjang mendominasi dari arah timur ke barat.
‘’Kepadatan sendiri tentunya sudah terjadi dua hari ini bagi kendaraan yang hendak melintas di lokasi tersebut (perbaikan jembatan di Desa Rejosari, red),’’ ucapnya.
Tak hanya dipicu oleh proyek jembatan, kemacetan pada pagi hari kian diperparah oleh peningkatan volume kendaraan masyarakat yang berangkat kerja.
Akibatnya, waktu tempuh untuk melintasi wilayah Deket bisa molor hingga sekitar 40 menit.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid membenarkan, kepadatan arus lalu lintas tersebut disebabkan oleh adanya proyek pengerjaan jalan di wilayah Pucuk dan Deket.
Pihaknya mengimbau pengguna jalan untuk lebih bersabar saat melintas. Khusus untuk wilayah Deket, pengerjaan diproyeksikan tidak memakan waktu terlalu lama hingga selesai nanti.
‘’Menyikapi adanya kepadatan tersebut, anggota kami sudah disiagakan di lokasi untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas bilamana terjadi penumpukan kendaraan,’’ jelasnya. (mal/ind)
Editor : Indra Gunawan