LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Insiden kecelakaan kereta api (KA) di Stasiun Bekasi Timur, kemarin (28/4), berdampak hingga ke daerah.
Sebanyak dua rangkaian KA tujuan Jakarta dari wilayah Daop 8 Surabaya terpaksa dibatalkan keberangkatannya. Puluhan penumpang pun gagal berangkat.
Baca Juga: 164 Desa di Lamongan Belum Cairkan DD Tahap Satu
Kecelakaan tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir – Surabaya Pasar Turi yang menyeruduk bagian belakang KRL Tokyo Metro tujuan Kampung Bandan – Cikarang saat sedang berhenti. Akibatnya, bagian belakang KRL mengalami kerusakan parah atau ringsek.
"Memang benar, ada dua KA yang saat ini tidak bisa berangkat akibat kecelakaan di Bekasi," terang Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Mahendra Trang Bawono.
Pria yang akrab disapa Mahendra ini menjelaskan, pembatalan tersebut merupakan langkah penyesuaian operasional.
Keputusan pahit itu diambil demi mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan perjalanan sebagai prioritas utama.
Baca Juga: Stoper Muda Persela Lamongan Yoga Pratama Alami ACL dan Disarankan Operasi
Dua rangkaian yang terdampak adalah KA Gumarang relasi Surabaya Pasarturi – Pasarsenen dan KA Jayabaya relasi Pasarturi – Pasarsenen.
"Dua KA tersebut batal berangkat pagi ini dengan total 19 penumpang," terangnya.
Bagi penumpang yang terdampak, pihak KAI memberikan kompensasi berupa pengembalian biaya tiket seratus persen tanpa potongan.
Proses pembatalan dan pengambilan uang tiket dilayani hingga tujuh hari kedepan terhitung sejak jadwal keberangkatan.
Mahendra belum bisa merinci lebih detail tenggat waktu pembatalan ini diberlakukan. Saat ini fokus utama masih pada proses penanganan di lokasi kejadian.
Baca Juga: Bukan Mistis, Ini Penyebab Mobil Mendadak Mogok di Rel Kereta
"Sementara ini baru hari ini saja. Untuk besok, kami masih menunggu informasi lebih lanjut," pungkasnya. (mal/ind)
Editor : Indra Gunawan