LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO -Mobil mendadak mogok di perlintasan kereta api bukan sekadar mitos. Kondisi ini sangat berbahaya dan kerap memicu kecelakaan fatal.
Ada beberapa faktor yang membuat kendaraan tiba-tiba mati saat berada di atas rel.
Jika pernah mendengar tentang arus medan listrik yang dihasilkan di sekitar rel, hal ini salah satu faktor yang menyebabkan kendaraan tidak bisa bergerak.
Pancaran ini akan terasa saat kereta melintas atau mendekat. Bagi mobil yang kebetulan sedang menyeberang, medan listrik tersebut bisa mengganggu sistem kelistrikan.
Mobil modern yang banyak mengandalkan komputer sangat rentan terkena dampak ini. Apalagi jika kabel-kabel pada mobil sudah usang dan pelindungnya mulai rusak.
Gangguan listrik ini membuat komponen pengapian gagal bekerja. Busi tidak memercikkan api, aliran listrik terhambat, dan mesin langsung kehilangan daya hingga akhirnya mati.
Baca Juga: Salah Besar! Kereta Tak Bisa Rem Mendadak, Ini Alasannya
Bukan cuma pengaruh ini, kondisi mesin yang kurang sehat juga kerap jadi sumber masalah. Misalnya, aliran bahan bakar yang tersumbat atau pompa bensin yang mulai melemah.
Saat melewati rel, mesin butuh tenaga yang stabil. Jika pasokan bensin terhambat, mobil bisa langsung mati mendadak.
Sistem pendingin yang bermasalah juga berbahaya. Mesin bisa menjadi sangat panas dan mogok jika kalian terpaksa berhenti lama di perlintasan.
Ditambah lagi, kopling yang sudah aus atau gigi transmisi yang sulit dipindahkan bikin mobil kehilangan tenaga tepat di saat dibutuhkan.
Faktor manusia juga tak bisa diabaikan. Banyak pengemudi lupa menurunkan gigi saat hendak menyeberangi rel.
Padahal di jalur seperti ini, mesin membutuhkan tenaga besar dari gigi rendah.
Kecemasan atau kepanikan saat berada di atas rel juga bikin injakan gas dan kopling menjadi tidak seimbang. Kasus lain yang sering terjadi adalah pengemudi nekat berhenti tepat di atas rel karena mengikuti antrean macet.
Bahkan ada yang memaksakan diri melintas padahal sirine peringatan sudah berbunyi. Tindakan seperti ini sangat berisiko tinggi.
Untuk menghindari resiko fatal, kalian harus rajin merawat kendaraan. Pastikan sistem kelistrikan, pompa bensin, hingga radiator selalu dalam kondisi prima sebelum berkendara.
Ganti segera komponen yang mulai aus sebelum menimbulkan masalah di jalan. Saat mendekati perlintasan, haluskan kecepatan dan masukkan gigi rendah.
Pastikan ada ruang cukup di depan mobil sebelum mulai menyeberang. Jangan pernah berhenti di atas rel, terutama saat jalanan sedang padat.
Yang paling penting, patuhi rambu-rambu dan jangan sekali-kali memaksa melintas saat palang pintu sudah mulai diturunkan. (mgg/ind)
Editor : Indra Gunawan