LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Perbaikan total jembatan di Desa Kesambi, Kecamatan Pucuk berlanjut.
Proyek perbaikan infrastruktur di jalur poros nasional terus dikebut. Petugas mulai melakukan pembongkaran jembatan sisi utara.
Meski pengaturan arus lalu lintas (lalin) dengan sistem contraflow sudah diberlakukan, tapi penumpukan kendaraan di titik tersebut tak terelakkan.
Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Non-subsidi Belum Terlalu Pengaruhi SPBU di Kabupaten Lamongan
Pengawas Lapangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) PPK 4.5, Arvian Zanuardi, membenarkan dimulainya tahapan konstruksi tersebut. Saat ini, alat berat telah dikerahkan untuk membongkar struktur lama jembatan.
‘’Memang benar, hari ini (kemarin, red) sudah mulai dilakukan pembongkaran jembatan sisi sebelah utara,’’ terang Arvian.
Menurut dia, proses awal difokuskan pada penghancuran struktur dengan alat berat.
Setelah itu, pekerja akan melakukan pembersihan material bongkaran. Arvian mengestimasi proses pembersihan tersebut memakan waktu sekitar dua hingga tiga hari kedepan, sebelum melangkah ke tahapan teknis lainnya.
‘’Jadi saat ini masih tahap pembongkaran terlebih dahulu,’’ imbuhnya.
Baca Juga: Persela Lamongan Atur Strategi Hadapi Barito Putera, Jaga Kebugaran Pemain Inti
Skema pengerjaan dilakukan secara bertahap. Setelah satu sisi jembatan rampung dan bisa dilalui, baru dilakukan pembongkaran pada sisi selanjutnya.
Targetnya pada akhir tahun nanti, kedua sisi jembatan sudah selesai diganti dengan struktur bangunan yang baru.
Model pengerjaannya serupa dengan penggantian jembatan di wilayah Babat sebelumnya.
Di sisi lain, para pengguna jalan harus ekstra sabar. Rohman, salah satu sopir angkutan mengeluhkan hambatan kepadatan yang terjadi sejak pembongkaran dimulai.
Menurutnya, kemacetan paling parah terjadi pada jam berangkat dan pulang kerja.
‘’Kepadatan terjadi meski sudah dilakukan contraflow. Apalagi kalau pagi hari, antreannya pasti panjang. Untuk melintas di lokasi saja bisa memakan waktu 30 menit, bahkan lebih,’’ ungkap Rohman.
Baca Juga: Mitos Jawa Mulai Menghantui Layar Lebar, Lima Rekomendasi Film Horor Ini Wajib Kamu Tonton
Pantauan di lapangan, guna menghindari jebakan macet di Pucuk, sejumlah kendaraan besar seperti bus mulai mencari jalur alternatif.
Beberapa armada terpantau memilih masuk jalur kota menuju arah Sugio, melintasi Kedungpring, hingga tembus ke arah Babat. (mal/ind)
Editor : Indra Gunawan