LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Puncak arus balik Lebaran diprediksi terjadi dalam dua gelombang.
Gelombang pertama mulai Selasa (24/3) hingga Senin (25/3), serta gelombang kedua pada 28-29 Maret mendatang.
Sehingga, Satlantas Polres Lamongan mengantisipasi titik rawan potensi kepadatan, dengan menyiagakan dua pos tambahan di sepanjang jalur lingkar utara (JLU) Lamongan.
Baca Juga: Wangi Legit dari Gang Arjuno Lamongan
Kasat Lantas Polres Lamongan AKP I Made Jata Wiranegara mengatakan, dua pos tersebut difokuskan pada pintu masuk sisi barat dan timur JLU.
Keberadaan pos ini krusial untuk memantau pergerakan kendaraan agar tidak terjadi penumpukan arus lalu lintas.
Penjagaan intensif akan dilakukan di titik crossing (persilangan) arus lalu lintas, baik dari arah utara-selatan maupun timur-barat.
‘’Jadi penjagaan sendiri berada barat, tepatnya perbatasan masuk kota serta timur berada di Desa Rejosari, Kecamatan Deket,’’ terangnya.
Baca Juga: Dari Tungku Babat, Terbang ke Langit Qatar
Dua titik tersebut dinilai paling rawan karena menjadi pintu masuk bagi pengguna jalan yang ingin menghindari perlintasan sebidang rel kereta api (KA) di jalur kota.
Baca Juga: Generasi Kedua, Inovasikan Wingko Varian Rasa
Jika arus di dalam kota mulai padat, anggota akan langsung mengarahkan pengguna jalan masuk ke rute JLU. Tujuannya agar pengendara tidak terjebak antrean di dua perlintasan double track rel KA.
‘’Saya mengimbau bagi semua penguna jalan tetap berhati-hati, jangan sampai memacu kecepatan tinggi,’’ ucap Kasat Lantas.
Apalagi, saat ini di beberapa titik persimpangan belum tersedia traffic light. Pengendara dari arah jalan desa atau kelurahan yang hendak memotong jalur JLU diminta untuk ekstra waspada.
‘’Tetap berhati-hati. Sebelum melintas, pastikan tengok kanan-kiri. Jika arus dari barat padat, kami akan lakukan skema pembukaan arus secara situasional,” pungkasnya. (mal/ind)
Editor : Indra Gunawan