Sopir truk yang disebutkan berinisial As, 53, warga Desa Banjaran, Driyorejo, kabupaten Gresik itu takut dihajar massa.
Usai menabrak motor hingga pengendaranya meninggal dunia di Jalan Jeruk, Lakarsantri, Surabaya, Selasa pagi, As memilih membawa truknya ke gudang perusahaannya.
"Keterangan sopir setelah kecelakaan, pergi ke gudang karena takut di massa. Selanjutnya bersama pengurus dari perusahaan melapor ke Unit Laka Dukuh Pakis dengan truk yang terlibat kecelakaan," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya, Iptu Suryadi, Rabu (12/11).
Versi Suryadi, kecelakaan tersebut berawal motor Honda Vario yang dikendarai korban, melaju dari arah barat di Jalan Jeruk.
Mendekati TKP, korban kurang hati - hati dan konsentrasi.
Apalagi, korban harus membetulkan muatan atau ronjot berisi bahan – bahan berjualan lontong balap, ketika dengan tangannya sendiri sambil melaju.
Motor oleng ke kanan dan terjatuh.
Selanjutnya, terjadi laka lantas dengan truk hino yang berjalan lurus searah di samping kanannya.
Ditanya terkait status sopir truk, Suryadi menyebut masih saksi.
"Masih saksi. Masih lidik cari saksi-saksi," ujarnya seperti dilansir Radar Surabaya.
Dia menuturkan, dari penyelidikan awal, sopir truk tanpa SIM. (*)
Editor : Arya Nata Kesuma