BABAT, RADARLAMONGAN.CO – Kemacetan di titik rawan depan Pasar Babat mulai diantisipasi sejak dini.
Satlantas Polres Lamongan kini memperketat penjagaan dengan memasang water barrier (pembatas jalan portabel) di sepanjang ruas jalan nasional tersebut.
Tak hanya itu, bus dan angkutan umum dilarang keras ngetem (berhenti lama) di bahu jalan. Kasatlantas Polres Lamongan AKP I Made Jata Wiranegara membenarkan langkah sterilisasi tersebut.
Menurutnya, pemasangan pembatas jalan bertujuan agar pengguna jalan lebih tertib dan tidak saling serobot.
‘’Memang benar mas, untuk saat ini tentunya sudah dilakukan pemberian water barrier,’’ ujar pria yang akrab disapa Jata tersebut.
Baca Juga: Pencairan THR Swasta di Kabupaten Lamongan Capai 90 Persen
Jata menjelaskan, tanpa adanya pembatas, kendaraan dari arah Bojonegoro maupun sebaliknya cenderung saling mendahului. Kondisi ini sering memicu penumpukan kendaraan tepat di depan pintu masuk pasar.
‘’Namun untuk saat ini, kendaraan masih ramai lancar, tak ada kepadatan pastinya,’’ imbuhnya.
Selain rekayasa fisik, petugas juga mengatur skema pemberhentian bus dan mobil penumpang umum (MPU).
Meski sudah disediakan kantong parkir, para sopir dilarang berhenti lama untuk mencari penumpang di depan pasar karena berdampak langsung pada kelancaran arus.
Aturan ketat juga berlaku bagi mobil pribadi. Kendaraan roda empat yang biasanya parkir di depan pasar kini dialihkan ke kantong parkir yang telah disediakan di area dalam pasar.
"Anggota sudah melakukan penjagaan di tempat pemberhentian bus maupun MPU, serta mengatur arus lalu lintas,’’ tutur Jata.
Kawasan Babat kini dipantau secara real-time melalui kamera CCTV yang terintegrasi dengan Polres Lamongan dan Pos Terminal.
Hal ini memudahkan jajaran kepolisian memantau situasi hanya melalui ponsel. Langkah antisipasi ini dirasa krusial mengingat arus mudik Lebaran mulai terasa di titik pertemuan empat kabupaten, yakni Gresik, Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro. (mal/ind)
Editor : Indra Gunawan