Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Pemuda Asal Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Lamongan Meneguk Cuan dari Beternak Hamster

Ahmad Asif Alafi • Senin, 22 Juni 2026 | 06:01 WIB
Anargya Evanezar Nabil menunjukkan cara perawatan hamster di rumahnya. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)
Anargya Evanezar Nabil menunjukkan cara perawatan hamster di rumahnya. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Hamster menjadi salah satu hewan peliharaan yang banyak diminati karena bentuknya yang mungil, lucu, dan mudah dirawat.

Selain mudah dipelihara, hewan pengerat tersebut juga memiliki nilai ekonomi sehingga banyak diternakkan, termasuk oleh Anargya Evanezar Nabil, warga Dusun Mejero, Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran.

Saat ditemui di kediamannya, wartawan ini diajak melihat lokasi penangkaran hamster yang berada di lantai dua bagian belakang rumah.

Meski hanya memanfaatkan ruangan berukuran sekitar 3 meter x 1,5 meter, tempat tersebut mampu menampung puluhan hamster.

Baca Juga: Pemain Regulasi U-21 Diberi Porsi Lebih di Liga Championship, Pemain Lokal Persela Lamongan Affani Ubaidillah Bakal Jadi Tumpuan

Sekitar 50 kandang sederhana dari galon bekas yang dipotong bagian atasnya berjajar rapi.

Masing-masing kandang diisi serutan kayu sebagai alas dan menjadi tempat berkembang biaknya hamster.

Meski menggunakan lahan terbatas, usaha tersebut tetap produktif dan menghasilkan keuntungan.

Anargya Evanezar Nabil mengatakan, awal menekuni usaha ternak hamster berawal dari keinginan mencari peluang usaha sampingan untuk membantu biaya kuliah.

‘’Saya ingin punya penghasilan tambahan untuk bayar kuliah. Karena tidak punya lahan luas atau usaha keluarga, saya mencari usaha yang bisa dilakukan di rumah. Kebetulan ada beberapa teman yang ternak hamster dan ternyata tidak membutuhkan tempat besar, akhirnya saya tertarik,” ujar Argy, sapaan akrabnya.

Berbekal dua pasang hamster jenis Campbell, Argy mulai belajar beternak. Seiring meningkatnya minat dan pengalaman, dia kemudian mengumpulkan modal untuk membeli sekitar 30 ekor hamster berbagai jenis.

Saat ini, jumlah hamster yang dipeliharanya mencapai sekitar 70 ekor. Jenis syrian menjadi populasi terbanyak.

Sedangkan sekitar 25 ekor hamster campbell miliknya terjual dalam dua pekan terakhir.

‘’Jenis yang saya ternak ada chambel dengan beberapa motif yang berbeda, dan ada syirian bulu panjang dan syirian bulu pendek,” kata laki-laki 22 tahun ini.

Dalam proses pembiakan, dengan dikawinkan dan agar cepat proses perkembangbiakan, dia perbanyak betina dan hanya beberapa jantan.

Menurut dia, metode tersebut cukup efektif untuk mempercepat perkembangan populasi.

Meski demikian, beternak hamster tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satunya adalah serangan penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan dan produktivitas hewan.

‘’Penyakit yang sering muncul seperti gatal atau scabies, sakit mata, gangguan pencernaan hingga ekor basah,” terang Argy.

Baca Juga: Redam Arak - arakan, Aparat Gabungan Amankan 74 Remaja di Wilayah Hukum Polres Lamongan

Sementara itu, kebersihan kandang menjadi faktor utama yang harus diperhatikan pemilik hamster.

Anargya Evanezar Nabil menjelaskan, kandang harus menggunakan alas yang aman, seperti serutan kayu yang tidak berdebu agar tidak mengganggu pernapasan hamster.

‘’Alas kandang sebaiknya diganti seminggu sekali. Kandang juga harus selalu bersih dan ditempatkan di lokasi yang sirkulasi udaranya baik,” ujarnya.

Selain kandang yang bersih, pakan juga harus diperhatikan. Hamster dapat diberi campuran biji-bijian khusus yang banyak dijual di toko pakan maupun secara daring. Sayuran seperti wortel dan sawi juga bisa menjadi pilihan pakan tambahan.

Namun, Nabil mengingatkan agar pemilik tidak memberikan makanan yang terlalu basah.

Jika menggunakan ampas tahu, sebaiknya diperas terlebih dahulu. Makanan manusia seperti keripik, makanan pedas, maupun makanan asin juga tidak dianjurkan untuk hamster.

“Kalau makanan terlalu basah bisa mengganggu pencernaan hamster. Sayuran yang mengandung banyak getah juga sebaiknya dihindari,” katanya.

Sebelum memelihara hamster, sejumlah kebutuhan dasar perlu disiapkan. Selain kandang, pemilik perlu menyediakan alas kandang, tempat makan, tempat minum, serta lokasi yang aman dari gangguan hewan lain seperti kucing.

Untuk menekan biaya, kandang dapat dibuat dari galon bekas yang dimodifikasi. Meski demikian, ukurannya tetap harus cukup luas agar hamster dapat bergerak dengan leluasa.

Nabil juga mengatakan bahwa hamster tidak boleh dimandikan menggunakan air. Sebagai gantinya, pemilik dapat menyediakan pasir mandi khusus hamster yang banyak tersedia di pasaran.

‘’Jangan pernah memandikan hamster dengan air. Cukup sediakan pasir mandi agar kebersihan bulunya tetap terjaga,” imbuhnya.

Baca Juga: Berburu Kuliner Ketan - Kare Ayam di Moropelang, Babat, Bagi Tugas Adik — Kakak, hanya Buka Empat Jam 

Menurut dia, hamster yang sehat biasanya memiliki nafsu makan baik, tubuh lincah, bulu terlihat bersih, serta mata juga normal.

Beberapa penyakit yang sering menyerang hamster antara lain scabies akibat kebersihan kandang yang kurang terjaga, serta wet tail atau ekor basah yang umumnya dipicu gangguan pencernaan dan kesalahan pemberian pakan.

Agar hamster lebih jinak, pemilik disarankan membiasakan interaksi secara perlahan.

Misalnya dengan memegang hamster secara lembut dan memberi makan langsung menggunakan tangan.

‘’Jangan mengganggu atau mengagetkan hamster saat tidur, dan tidak membuatnya stress, tapi terkadang ada jenis hamster yang sifatnya memang sering menggigit, seperti chambel, tapi chambel juga bisa dijinakkan,” tuturnya.

Dia menambahkan, menjaga kebersihan kandang, memberikan pakan yang tepat, serta menghindarkan hamster dari stress merupakan kunci utama agar hewan tersebut dapat hidup sehat dan berumur panjang. (sip/ind)

Editor : Indra Gunawan
#hobi