Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Dari Hobi Jadi Pundi-pundi Rejeki, Berikut Cerita Pehobi Beragam Jenis Iguana Asal Maduran Lamongan

Ahmad Asif Alafi • Minggu, 7 Juni 2026 | 18:53 WIB
Ian Nur Habib Muhammad menunjukkan salah satu iguana kesayangannya. (ISTIMEWA/RADAR LAMONGAN)
Ian Nur Habib Muhammad menunjukkan salah satu iguana kesayangannya. (ISTIMEWA/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Hobi yang ditekuni dengan serius mampu mendatangkan keuntungan.

Hal itu dibuktikan Ian Nur Habib Muhammad, penghobi sekaligus peternak iguana asal Desa/ Kecamatan Maduran.

Ian tampak sibuk memberi makan kangkung kepada sejumlah iguana peliharaannya di halaman rumah.

Beberapa kandang berisi indukan. Selain indukan, terdapat pula anakan hasil penangkaran yang berhasil dibudidayakan.

Baca Juga: Pajak Makanan dan Minuman Baru Terealisasi 37 Persen, Komisi B DPRD Lamongan Dorong Optimalkan Penarikan Pajak

Ian memiliki koleksi reptil iguana beragam dan beberapa koleksi andalan di Teras Reptil miliknya, seperti iguana jantan jenis super red yang diberi nama Lungset, iguana betina jenis green albino, serta beberapa iguana jenis green.

Ian menjelaskan, perawatan iguana tergolong mudah. Namun, ada perlakuan khusus yang harus diberikan sesuai usia dan kondisi reptil tersebut.

‘’Untuk anakan wajib diberi lampu reptil. Pola makannya lebih banyak buah karena teksturnya lebih empuk dan mudah dicerna,’’ ujar laki-laki berusia 30 tahun ini.

Baca Juga: SPMB SMP Negeri Jalur Domisili di Lamongan

Sedangkan untuk iguana dewasa, pakan berupa sayuran seperti kangkung dan sawi ditambah buah-buahan, terutama pepaya.

Sebagai hewan herbivora, kebutuhan pakan tersebut diberikan dua hingga tiga kali sehari. Menurut Ian, iguana dewasa cukup tahan terhadap perubahan cuaca.

 

Bahkan, ditempatkan di luar ruangan dan terkena hujan tidak menjadi masalah selama kebutuhan pakan tercukupi. Penjemuran juga menjadi bagian penting dalam perawatan.

‘’Karena reptil berdarah dingin, penjemuran pagi sekitar 15 sampai 20 menit sudah cukup,” katanya.

Tantangan terbesar justru muncul saat masa reproduksi karena fase penetasan dalam inkubator dua bulan hingga tiga bulan baru menetas.

Saat memasuki musim kawin, indukan betina memerlukan tambahan asupan kecambah atau taoge.

Baca Juga: Soto Bening Mashudah: Merawat Wangi Kaldu Masa Lalu, Dari Sang Kakek, Bertahan tanpa Koya di Lapak Pasar Baru Lamongan 

Setelah bertelur, peternak harus menyediakan pasir sebagai media bertelur agar telur tidak berceceran.

Ian menuturkan, iguana betina umumnya siap berkembang biak pada usia dua hingga tiga tahun, sedangkan pejantan sekitar dua tahun. Tanda-tanda birahi dapat dikenali dari perubahan warna tubuh dan perilaku jantan yang menjadi lebih agresif.

‘’Pola makan betina berkurang saat musim kawin, apalagi saat gendong telur tidak makan, hanya sedikit makannya, tapi minum banyak,’’ ucapnya.

Selain itu, jika betina sudah menggendong telur, pelu melihat karakter jantan. Jika agresif maka diambil agar tidak mengejar betina, karena bisa membuat betina stress.

Dalam satu kali masa reproduksi, seekor iguana betina dapat menghasilkan puluhan telur. Bahkan, salah satu indukan miliknya pernah menghasilkan hingga 80 butir telur.

Namun, tidak semuanya berhasil menetas karena dipengaruhi faktor cuaca dan kestabilan suhu inkubator.

Pengalaman pertama beternak masih diingat Ian. Dari 64 butir telur yang dierami menggunakan inkubator, sebanyak 54 ekor berhasil menetas.

‘’Telur harus ditempatkan di media khusus pasir perlit dan kondisi inkubator terus dipantau,’’ ucapnya.

Jika cuaca kurang stabil yakni siang panas, malam hujan, maka perlu di cek inkubator, jika ada embun maka dibersihkan.

‘’Karena sangat berpengaruh pada keberhasilan penetasan,” ungkapnya.

Masa inkubasi berlangsung cukup lama, yakni dua hingga tiga bulan. Setelah menetas, anakan iguana juga memerlukan perawatan khusus.

Pada usia tiga hari, Ian memberikan kotoran indukan yang mengandung serta sebagai makanan.

Setelah berusia dua minggu, anakan mulai diberi buah yang dipotong kecil-kecil.

Sudah enam tahun menekuni dunia reptil, Ian mengaku awalnya hanya sekadar hobi.

Baca Juga: Satreskoba Polres Lamongan Bekuk Kurir Sabu di Wilayah Pantura

Namun seiring waktu, kegiatan tersebut berkembang menjadi usaha yang cukup menjanjikan.

‘’Hampir penghobi iguana di Lamongan banyak yang beli di sini. Bahkan pernah kirim ke Kalimantan, Bali, dan Sulawesi. Paling jauh ke Sulawesi,” tuturnya. (sip/ind)

Editor : Indra Gunawan
#reptil #hobi