Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Melukis Cinta di Hari Bahagia: Cerita Wildan S, Seniman Live Wedding Painting dari Lamongan

Ahmad Asif Alafi • Minggu, 8 Februari 2026 | 19:51 WIB

Wildan S saat menunjukkan sejumlah lukisan realis hasil karyanya.
Wildan S saat menunjukkan sejumlah lukisan realis hasil karyanya.

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Di sebuah rumah di ujung desa, aroma cat akrilik beradu dengan hembusan angin tambak. Di sanalah Wildan Sholihin, seorang pelukis profesional aliran realis, meramu ketenangan menjadi karya seni bernilai tinggi.

Pandangan mata itu sesekali dilempar ke luar jendela. Di sana, hamparan tambak membentang luas, bersinggungan dengan aliran sungai yang tenang. Pemandangan di Desa Karanganom, Kecamatan Karangbinangun tersebut bukanlah sekadar lanskap pedesaan biasa. Bagi dia, itu adalah bahan bakar imajinasi.

Memasuki studio di lantai dua rumahnya, suasana seketika berubah. Ruang berukuran 4 x 15 meter itu adalah rahim bagi lahirnya karya-karya realis memukau. Di sudut ruangan, sebuah akuarium kecil gemericik, bersanding dengan tumpukan palet, kuas, dan deretan cat akrilik yang setia menemani kesehariannya.

Wildan S, sapaan akrabnya bukanlah pemain baru. Kecintaannya pada garis dan warna sudah terpupuk sejak masa seragam merah-putih.
​‘’Aktif berkarya atau menyusuri kegiatan lomba dan event dari SD,’’ ucap Wildan membuka percakapan.

Wildan mengaku ketertarikannya pada seni lukis berawal dari naluri batin dan kepuasan jiwa. Awalnya sekadar hobi, namun lama-kelamaan menjadi kebiasaan yang membentuk identitas dirinya sebagai seniman.

“Dari hobi jadi kebiasaan. Orang akhirnya melihat saya sebagai seniman, tertarik dengan karya saya, lalu mulai ada yang membeli dan memesan lukisan,” tuturnya.

Dalam berkarya, Wildan mengusung aliran realisme. Dia kerap melukis potret manusia, terkadang juga menggarap pemandangan alam sesuai kondisi di lapangan atau on the spot.
‘’Aliran realisme yakni aliran yang melukiskan keadaan sesuai dengan realita. Realis itu banyak ada potret orang, ada potret realis landscape atau pemandnagan kalau di on the spot. Saya lebih ke orang, kadang juga pemandangan menyesuaikan on the spot,’’ ujarnya.

Tema yang sering muncul dalam lukisan-lukisannya adalah budaya dan agama. Menurutnya, lingkungan Indonesia yang kaya akan keberagaman menjadi sumber inspirasi utama.
“Kita hidup di Nusantara yang kaya budaya dan agama, Bhineka Tunggal Ika. Itu menjadi inspirai saya dalam menemukan ide, jadi lebih ke lingkungan,” katanya.

Wildan menyebut tantangan terbesar sebagai pelukis adalah menjaga konsistensi dalam berkarya. Meski demikian, dia berupaya terus produktif dan menerima berbagai pesanan lukisan. Setiap karya yang dibuat, lanjut Wildan, selalu membawa pesan dan cerita. ‘’Ibarat gajah mati meninggalkan gading, manusia meninggalkan sejarah dan cerita. Maka setiap lukisan yang saya buat , itu menggambarkan atau kondisi hal yang terjadi. Lukisan ini memberikan pesan dan kesan yang terjadi saat ini,” ungkapnya.

Ke depan, Wildan menargetkan dapat menggelar pameran tunggal. Selama ini, ia baru mengikuti pameran bersama sejumlah perupa lain.
Wildan tak hanya berkarya di studio atau ruang pameran.

Dia juga menekuni live wedding painting, yakni melukis langsung di lokasi acara pernikahan untuk mengabadikan momen sakral pasangan pengantin.

Live wedding painting adalah seni melukis momen pernikahan secara langsung di lokasi acara, menangkap suasana, dekorasi, dan ekspresi pengantin dalam waktu terbatas untuk menciptakan kenangan artistik. 

Wildan mengatakan, melukis di tengah berlangsungnya acara pernikahan menghadirkan sensasi berbeda. ‘’Kesan yang saya rasakan itu memicu adrenalin. Tidak hanya melatih mental, di situ profesionalitas, karena di lokasi banyak orang tapi saya harus tetap fokus,” ujarnya.

Dukungan tamu undangan justru menjadi penyemangat tersendiri. Apresiasi seperti pujian spontan kerap menambah energi saat dia melukis. ‘’Jadi orang sekitar tidak menganggu konsentrasi saya dalam melukis, malah menjadi penyemangat ketika ada orang yang mengapresiasi,’’ ungkapnya.

Tantangan utama live wedding painting, menurut Wildan adalah manajemen waktu. Ia dituntut menyelesaikan satu lukisan dari awal hingga akhir rangkaian acara.

Proses melukis biasanya memakan waktu sekitar empat hingga enam jam, yakni menggunakan cat akrilik di atas kanvas. Untuk pemesanan, dia menyarankan calon pengantin melakukan reservasi minimal H-1 bulan sebelum acara. ‘’Untuk waktu melukis live wedding itu empat sampai enam jam,’’ ucapnya.

Wildan mulai menekuni live wedding painting sejak tahun lalu. Ketertarikannya muncul karena perkembangan industri seni rupa yang kini tak lagi terbatas di galeri. ‘’Mulai tahun kemarin, karena industrial seni rupa lebih dilihat secara luas, jadi tidak di ruang pameran saja, tapi masuk di event-event,’’ imbuhnya.

Menurutnya, keunikan live wedding painting terletak pada proses yang serba natural. Kondisi acara, suasana, hingga keterbatasan waktu menjadi bagian dari tantangan artistik. “Kalau di studio kan santai, kondisi bisa diatur. Di live wedding, semuanya berjalan alami,’’ jelasnya.

Wildan kerap mendapatkan apresiasi, tidak hanya dari tamu undangan tapi juga ke dua mempelai.
‘’Kebanyakan mereka tercengang, kok ada orang yang bisa melukis langsung di acara dengan waktu mepet, kok bisa orang memvisualisasikan momen dengan lukisan,’’ ujarnya.(sip/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#pelukis #realis #lamongan #wedding painting