Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Dari Pantura Lamongan, Camil Hady Hadirkan Kritik Kerusakan Alam Lewat Lukisan Surealis

Ahmad Asif Alafi • Minggu, 25 Januari 2026 | 19:38 WIB
SARAT MAKNA: Beberapa karya yang ditunjukkan Camil Hady tentang kritikan rusaknya alam akibat industri.
SARAT MAKNA: Beberapa karya yang ditunjukkan Camil Hady tentang kritikan rusaknya alam akibat industri.

LAMONGAN, RADARALAMONGAN.CO - Berjarak sekitar 56 kilometer dari pusat kota Lamongan, sebuah ruang sederhana di lantai dua rumah warga Desa Sidomukti, Kecamatan Brondong, menjadi saksi lahirnya puluhan karya seni lukis bernuansa alam dan sosial Indonesia. Ruang berukuran 4 x 6 meter itu merupakan pawon art studio milik pelukis Lamongan, Kamil Hadi, 47.

Untuk mencapai ruang tersebut, wartawan koran ini melewati sisi rumah dan masuk dari bagian belakang atau dapur. Di sanalah, kanvas-kanvas penuh warna tersusun rapi, menghadirkan gambaran alam Indonesia yang indah sekaligus getir.

Kamil Hadi yang akrab disapa Camil Hady di dunia seni lukis mulai menekuni seni lukis sejak 2004. Awalnya, ia direkrut perusahaan seni di Malaysia yang memperkerjakan para seniman. ‘’Akhirnya di sana belajar lagi, dapat ilmu dapat uang,’’ ujarnya.

Kecintaannya pada dunia lukis berangkat dari perasaan bahagia yang dia rasakan saat berkarya. Menurutnya, menjadi pelukis memberinya keleluasaan waktu bersama keluarga. Selain melukis, Kamil juga menekuni jasa seni dekoratif, seperti decorative painting untuk mempercantik interior ruangan.

Dalam berkarya, Kamil lebih sering menggunakan cat akrilik di atas kanvas. Ia memilih aliran surealis dengan tema yang sarat makna. ‘’Saya lebih condong ke surialis, lukisan yang bercerita yang ada nuansa makna, di situ tersirat ada simbol-simbol yang harus kita pelajari, simbol yang berbicara,’’ ucapnya.

Namun, proses kreatif tidak selalu berjalan mulus. Tantangan terberat baginya adalah menghadapi kanvas putih yang besar. Keraguan kerap muncul, ditambah terkadang ada tamu yang datang di tengah proses melukis. ‘’Kadang ide buyar, tapi nanti muncul lagi,” katanya.

Inspirasi utama Camil Hady banyak datang dari laut. Rumahnya yang dekat dengan kawasan pesisir Pantura Lamongan membuat laut menjadi sumber ide yang tak pernah habis. Ia mengenang masa kecil saat laut masih indah dengan terumbu karang yang eksotis. ‘’Sekarang banyak yang rusak. Itu yang saya gambarkan,” tuturnya.

Tema karya Camil Hady banyak mengangkat isu alam dan sosial budaya Indonesia. Kerusakan lingkungan dan bencana alam menjadi kegelisahan yang ia tuangkan ke dalam kanvas. Melalui lukisannya, ia mengaku setiap lukisan ada makna yang tercpita.

‘’Ini mengajak kita untuk bermeditasi atau untuk merenung untuk agar lukisan saya sampai ke peminat seni, untuk menjadi sebuah perenungan, seperti itu,’’ imbuhnya.

Soal pameran, Kamil terbilang aktif. Dalam setahun, ia bisa mengikuti lima hingga tujuh pameran. Bahkan, karyanya pernah dipamerkan bersama komunitas seni di Texas, Dallas, Amerika Serikat, serta di India. Dia juga pernah menggelar pameran tunggal di Surabaya.

Bagi Kamil, seni lukis adalah media curhat dan teman berbagi. Dia tak memasang target muluk. ‘’Saya ingin melukis sampai tua dan punya galeri seni yang agak besar untuk menampung karya saya,” ujarnya.

Kepada pelukis pemula, Kamil berpesan agar terus giat berkarya dan rajin bersilaturahmi dengan para senior. “Di mana pun, supaya bisa menimba ilmu dan wawasan,” ucapnya.(sip/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#pelukis #Surealis #lamongan #pesisir pantura