Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Dari Pesisir Lamongan, Arif Rahman Sukses Menyulap Cemara Udang Jadi Bonsai Juara

Ahmad Asif Alafi • Senin, 29 Desember 2025 | 02:37 WIB
Arif Rahman menunjukkan cara pruning Bonsai Cemara Udang.
Arif Rahman menunjukkan cara pruning Bonsai Cemara Udang.

BRONDONG, RADARLAMONGAN.CO – Cemara udang cukup populer di kalangan pehobi tanaman hias, yang dikenal daunnya yang mirip jarum. Tanaman yang memiliki nama latin casuarina equisetifolia tersebut tak hanya dijadikan tanaman peneduh di tepi pantai, tapi juga sering dijadikan bonsai.

Seperti halnya Arif Rahman, pehobi dan seorang trainer bonsai Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong yang memiliki banyak koleksi bonsai cemara udang.

Ketika mengunjungi kediamannya, terjajar puluhan bonsai di halaman seluas 15x27 meter. Tak hanya bonsai cemara udang, tapi juga terdapat bonsai santigi, dolar, waru, asem sancang, dan wahong sebagai pelengkap.

Arif, sapaan akrabnya mengatakan, alasannya dominan merawat bonsai cemara udang dan santigi, karena lingkungan dan kondisi alamnya cocok dengan karakteristik hidup dua tanaman tersebut.

‘’Satu pinggir laut, angin dan hawa lautnya mengandung garam, dua pohon ini memiliki karakter kuat dan bisa lebih bagus kondisinya,’’ ucap laki-laki 45 tahun ini.

Arif menjelaskan bahwa untuk awal merawat cemara udang yakni perlu memperhatikan medianya. Untuk media bonsai miliknya yakni hanya pasir, karena pohon tersebut di pinggir laut yang banyak pasir.

‘’Terutama untuk merawat cemara udang, utama medianya karena sumber makanan pohon ada di akar, itu butuh media untuk hidup. Ketika media sudah bagus, sudah cocok, pohon akan berkembang bagus dan pertumbuhannya semakin cepat,’’ ucapnya.

Arif biasanya melakukan penyiraman dua kali sehari, yakni pagi dan sore hari. Selain itu, dia memilih pupuk organik untuk seluruh koleksi bonsai miliknya.

‘’Jadi pemupukan saya satu minggu sekali,’’ imbuhnya.

Berapa kali pruning (pemotongan daun) cemara udang?. Arif mengatakan, idealnya untuk mempertahankan bentuk kondisi cemara udang, pruning paling cepat dua minggu sekali tapi bisa juga satu bulan sekali.

‘’Karena pertumbuhan cemara udang cepat, daun lebih cepat, semakin sering dipruning semakin matang dan bagus bentuknya,’’ tutur Arif.

Menurut Arif, duan cemara udang berbeda dengan pohon lainnya. Daun cemara udang jenis daun jarum dan memiliki tantangan tersendiri. Dalam membentuk bonsai tanaman ini harus memperhatikan kesuburuan media.

Selanjutnya perlu membuat kerangka pohon dan daunnya sebagai penyempurna. Artinya mengerti anatomi cemara udang, kelengkapan batang, ranting, lekukan, dan gaya. Terutama memberikan gaya natural pohon tua seperti di alam, terakhir disempurnakan daun.

‘’Tahapan awal cemara udang yang bagus, yakni membuat kerangka pohonnya dulu, daunnya sebagai penyempurna,’’ ucapnya.

Dia menilai, perawatan cemara udang ini lebih mudah karena bisa dibonsai seperti keinginanannya, yakni bisa menampilkan ornamen batang kering yang bisa menentukan tua pohonnya. Disinggung rerata butuh waktu berapa lama dalam membuat bonsai cemara udang dari bahan sampai jadi.

‘’Semua tergantung ukuran dan bahan, untuk ukuran medium kemungkikan kurang lebih tiga tahun dari bahan sampai finish,’’ ujarnya.

Arif menyarankan bagi pemula bonsa perlu mengetahui perilaku atau karakter pohon, karena setiap pohon memiliki perilaku berbeda-beda.

‘’Kalau tahu perilaku pohon jadi lebih mudah, selama belum mengerti jangan dipaksakan,’’ tambahnya.

Beberapa bonsai miliknya juga pernah best ten pada kontes tahun ini dan pernah meraih best in show di Gresik pada Tahun 2023. (sip/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#kecamatan brondong #gresik #Sedayulawas #bonsai cemara udang #bonsai #Pruning #lamongan #cemara udang