Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Mengenal Karakteristik Burung Masteran, Jadi Guru Vokal Bagi Burung Lomba

Ahmad Asif Alafi • Senin, 7 Juli 2025 | 00:39 WIB
DI BALIK LAYAR: Burung murai air yang menjadi salah satu masteran untuk melatih kicau burung yang hendak ikut lomba.
DI BALIK LAYAR: Burung murai air yang menjadi salah satu masteran untuk melatih kicau burung yang hendak ikut lomba.

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Di balik nyaringnya kicauan burung lomba, ada satu elemen penting yang tak banyak diketahui, yakni burung masteran. Burung jenis ini bukan untuk berlaga di atas gantangan, melainkan menjadi guru vokal bagi burung lomba. 

Seperti yang dilakukan Bryan Fajariat Ramadan, pehobi burung kicau yang tinggal di Gang Kertanegara 2, Tumenggung Baru, Kelurahan Tumenggungan. Sabtu siang (5/7), saat ditemui di rumahnya yang berada tepat di depan telaga, Bryan mengajak naik ke lantai dua. 

Sebuah ruangan berukuran 4x4 meter yang penuh dengan lebih dari 20 ekor burung masteran. Di antaranya ada murai air, cendet, burung gereja, love bird, hingga perenjak. 

Semua dirawat khusus untuk satu tujuan, membentuk kualitas suara burung lomba menjadi lebih tajam, bervariasi, dan menghibur. Hobi ini ditekuninya sejak akhir 2019. Bagi pria 22 tahun ini, merawat burung bukan perkara ribet. Justru jadi hiburan tersendiri, apalagi saat bisa ikut lomba.

‘’Kalau saya cenderung suka burung yang ngerol tembak,” ujarnya.

Bryan memang aktif mengikuti berbagai event, mulai latihan bersama hingga latihan prestasi.

‘’Untuk menunjang burung, ada latihan bersama seminggu sekali,” tambahnya.

Dari sekian banyak burung masteran miliknya, salah satu yang paling menarik perhatian adalah murai air. Ketika burung ini dikeluarkan dari sangkarnya, langsung berkicau riuh dan aktif melompat-lompat.

‘’Karakter murai air itu jumping. Suaranya cer, seperti air mancur,” katanya sambil menunjukkan burung tersebut.

ASPEK PENTING: Bryan Fajariat Ramadan menunjukkan sejumlah burung masteran di rumahnya. 
ASPEK PENTING: Bryan Fajariat Ramadan menunjukkan sejumlah burung masteran di rumahnya. 

Suara khas murai air memang dikenal tajam dan rapat, dengan variasi terbatas tapi memikat. Karena kualitas itulah, burung ini kerap dijadikan masteran utama.

‘’Betina lebih punya tembakan (kicauan, Red) yang panjang dibanding jantan,” lanjut Bryan.

Burung dengan nama ilmiah heterophasia picaoides ini memiliki bulu abu-abu menawan, yang menutupi seluruh tubuhnya. Ada cara untuk membedakan jantan dan betina. Bryan menjelaskan bahwa jantan memiliki selap putih di sayap. 

‘’Kalau betina polos,” katanya singkat.

Soal perawatan, burung ini terbilang sensitif. Makanan seperti pisang, pakan kering (pur), dan serangga seperti ulat menjadi santapan utama.

Namun, yang terpenting adalah ketelatenan pemilik dalam menjaga rutinitas makan dan kondisi kandang.

‘’Kalau makanan habis harus langsung dikasih,” tegasnya.

Karena itulah, burung masteran murai air masih terbilang langka. Hanya sedikit pehobi yang memiliki dan mampu merawatnya, hingga benar-benar menjadi burung master yang tangguh.

‘’Biasanya seminggu sekali mandi,” imbuhnya. 

Tak hanya murai air, Bryan juga memperlihatkan beberapa burung masteran lain. Ada burung gereja dan perenjak, yang biasa digunakan untuk melatih suara tembakan standar.

Tak ketinggalan, cendet juga menjadi bagian penting dari koleksi burung masterannya.

‘’Kriteria burung masteran itu tembakan tajam dan panjang,” tandasnya.

Di akhir perbincangan, dia juga menunjukkan barisan burung cucak hijau andalannya yang siap turun lomba. Di balik semua burung juara, ternyata ada “guru suara” yang setia menemani, bersembunyi di balik sunyinya lantai dua rumah Bryan. (sip/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#Gantangan #perawatan burung #pehobi burung #burung masteran