LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO, JAWAPOS.COM – Tidak hanya manusia, di Lamongan juga ada Posyandu Kucing. Inovasi layanan kesehatan hewan di Kabupaten Lamongan itu tak hanya hadir di satu titik.
Program unggulan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan, menyasar lingkungan perumahan dengan populasi kucing tinggi, serta digelar secara strategis saat pameran hewan & ternak.
Perumahan, Sasaran Khusus Populasi Kucing Tinggi.
Menurut data Disnakeswan, sesi terbaru dilakukan di beberapa perumahan—yang dikenal memiliki puluhan hingga ratusan kucing peliharaan—sebagai uji coba sebelum diperluas ke wilayah seluruh kabupaten.
Setiap penjaringan hasil survei lapangan mencatat kehadiran 50–70 kucing per event, dengan jumlah pemilik aktif mencapai ratusan.
Sinergi di Pameran Hewan Eksotis.
Selama Pameran Hewan Eksotis di Alun-alun Kota Lamongan, Minggu, 15 Juni 2025, Disnakeswan meluncurkan posyandu kucing dengan dukungan dari event yang menghadirkan ratusan hewan eksotis (reptil, unggas, mamalia kecil) dalam 13 stan, serta pameran UMKM produk peternakan.
Posyandu Kucing pada event ini menarik antusiasme pemilik, dengan lebih dari 60 kucing diperiksa secara gratis.
Layanan Gratis & Edukasi.
Setiap sesi posyandu menyediakan layanan pemeriksaan:
- Pendaftaran & penimbangan, menggunakan timbangan digital.
- Pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan & asisten.
- Pemberian vitamin/vaksin gratis.
- Edukasi interaktif tentang penyakit zoonosis dan perawatan hewan.
Semua layanan ini tanpa biaya bagi warga, dengan tujuan meningkatkan kesadaran pemilik kucing mengenai kesehatan hewan dan potensi zoonosis.
Kepala Disnakkawan Lamongan, Shofie Nurhayati, menyatakan akan memperluas kegiatan tersebut.
“Ke depan diharapkan bisa dikembangkan ke wilayah puskeswan yang ada di seluruh wilayah Lamongan,” ujarnya.
Data Disnakkawan mencatat UPT Puskeswan aktif antara lain tersebar di Kecamatan Solokuro, Sukodadi, Tikung, Kedungpring, Modo, Sukorame, dan Mantup. Lewat posyandu kucing, harapannya layanan akan menjangkau semua unit ini.
Tantangan & Langkah Lanjutan.
Meski antusiasme tinggi, Disnakkawan mencatat hambatan logistik seperti ketersediaan dokter hewan dan alokasi vaksin antar kecamatan. Strategi selanjutnya mencakup:
1. Rotasi posyandu antar kecamatan sesuai tingkat populasi kucing.
2. Peningkatan SDM kesehatan hewan di Puskeswan.
3. Kolaborasi dengan klinik hewan swasta dan kampus veteriner untuk pelacakan rabies & parasit.
Posyandu Kucing Lamongan menunjukkan kemajuan luar biasa, kini merambah perumahan berdensitas kucing tinggi dan menyatu dengan even pameran hewan skala besar.
Dengan dukungan Puskeswan, layanan ini siap dikembangkan ke seluruh wilayah, mendekatkan kesehatan hewan kepada masyarakat.
Jika berkelanjutan, inovasi ini bisa menjadi model nasional layanan kesehatan masyarakat berbasis hewan peliharaan dan pencegahan zoonosis.(feb)
Editor : Anjar D. Pradipta