LAMONGAN, Radarlamongan.co – Kastuba menjadi salah satu tanaman hias yang mampu memikat para pehobi, dengan warna merah daunnya yang indah.
Seperti tanaman hias kastuba milik Lilik Suryani, yang menjadi pusat perhatian pengguna jalan yang melintas di Jalan Sumargo, Kecamatan Lamongan.
Warna merah pada tanaman kastuba ini berasal dari daun atas (bract), yang menjadi daya tarik tersendiri. Liliki mengatakan, warna daun atas tanaman hias kastuba yang indah memiliki simbol kebahagiaan.
Namun, perlu perawatan yang tepat agar daun bisa bertahan dengan warna merah cerah. Lilik menjelaskan, tanaman hias ini tidak boleh terpapar sinar matahari secara langsung untuk menjaga daunnya.
''Kalau kena panas langsung merusak daun merahnya,’’ ucap perempuan berusia 43 tahun ini.
Selain itu, harus menjaga kelembaban tanaman kastuba. Lilik menuturkan, tanaman kastuba menggunakan media sekam bakar saja. Sehingga ketika ditaruh di teras harus disiram setiap hari.
Tanaman kastuba ini memiliki batang yang keras, berbeda dengan tanaman aglonema dan sebagainya.
‘’Penyiraman di dalam ruangan satu minggu dua kali, di luar ruangan menyiram setiap hari,’’ imbuhnya.
Selanjutnya, perawatan rutin dengan pemangkasan atau pemotongan daun yang terlihat rusak. Hal ini untuk merangsang percabangan baru, yang dapat meningkatkan kualitas daun.
‘’Kalau ada yang gosong dipotong,’’ ujarnya.
Ada beberapa jenis tanaman kastuba. Menurut dia, tanaman kastuba ini gampang hidup, yang cukup menancapkan batangnya ke tanah.
Namun yang sulit perawatan dalam membuat daun berwarna merah cerah.
‘’Gampang hidup, tapi susah merah lagi,’’ ujarnya.
Lilik mengatakan, perlu proses untuk merangsang perubahan warna daun menjadi merah.
Seperti memerlukan periode gelap total selama 14 jam setiap malam, selama sekitar 6 minggu. Pada proses tersebut harus hindarkan cahaya dalam ruangan, untuk hasil yang bisa maksimal.
‘’Kemudian pengaturan suhu, perlu diperhatikan, agar tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas,’’ tukasnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta