LAMONGAN, Radarlamongan.co - Burung tledekan bakau merupakan salah satu jenis burung kicau yang dikenal dengan suara merdu dan kecerdasannya.
Spesies dengan nama latin cyornis rufigastra ini banyak ditemukan di kawasan hutan bakau atau mangrove.
Wartawan koran ini melihat langsung perawatan burung tledekan bakau di rumah Ahmad Junaidi di Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Lamongan.
Sekilas diamati, terlihat aksen warna biru tua di punggungnya, dengan dada berwarna merah bata.
Meski tak sepopuler murai batu atau burung kicau lainnya, tapi burung tledekan bakau memiliki keunikan tersendiri.
Di balik kicauan yang merdu, ternyata karakternya petarung. Hal itu membuat kicau mania - pecinta burung tertarik mempelajari lebih dalam burung yang juga dinamai sikatan bakau ini.
Ahmad Junaidi menjelaskan, burung tledekan memiliki banyak macam, seperti tledekan gunung, tledekan bakau, dan tledekan pring.
‘’Tledekan pring ini agak kecil, dadanya lebih gelap berwarna merah bata, dan birunya lebih gelap di punggungnya,’’ kata pria berusia 35 tahun ini.
Menurut dia, pemilik harus mampu memahami karakter, serta menjalin kedekatan dengan burung tledekan bakau yang dipelihara.
‘’Dengan memberi pakan serangga kecil melalui tangan, sehingga tahu ini pemiliknya,’’ ucapnya sambil memeragakan.
Perawatan yang baik dan konsisten sangat mempengaruhi kualitas burung. Kicau mania yang akrab disapa Montela itu mengaku harus rutin menjemur dan mengganti air minumnya.
‘’Langsung mandi burungnya nanti,’’ imbuhnya.
Saat malam hari, Montela menyarankan untuk sangkar burung tledekan dikerodong. Selain melindungi dari angin malam, cara ini juga membuat burung tledekan bakau terhindar dari serangga.
‘’Burung ini bisa istirahat cukup, jadi pagi bisa maksimal berkicau,’’ katanya.
Selain itu, juga perlu diperhatikan dalam pemberian makan. Seperti diberi serangga kecil, kemudian seminggu dua kali diberi kroto biar gacor.
Dan tak lupa agar membangun emosional pemilik dengan burung, dengan cara memberikan makan dengan tangan si pemilik.
‘’Agar jinak dikasih serangga pakai tangan, biar tambah jinak, biar tahu yang merawat,’’ ucapnya.
Montela mengatakan, orang suka burung tledekan bakau ini karena suaranya yang merdu. Kicauannya hampir seperti burung kacer, tapi lebih nyuling bunyi tledekan.
Ketika ada lawannya saat gantangan, lehernya ke bawah seperti burung anis merah saat berkicau. Jadi suaranya seperti kacer, tapi cara tarungnya seperti anis merah.
‘’Ini burung fighter, jika tarung gantangan bunyi,’’ ujarnya.
Burung tledekan ini memang dikenal burung pandai ciptakan kicau bersuling. Burung ini juga mampu menirukan suara burung lainnya dan itu harus dilatih.
Namun, diakuinya, ada beberapa faktor yang membuat kicau burung tledekan tidak maksimal, seperti pengaruh cuaca mendung.
‘’Kondisi begini kadang agak berkurang berkicaunya,’’ ujar Motela.
Meski dikenal burung fighter, Montela mengakui, perawatannya hampir sama seperti burung lainnya.
Yakni sangkarnya harus dibersihkan setiap hari. Sebab hal tersebut bisa mengurangi risiko penyakit berak putih atau kapur.
‘’ Perawatan pakan minum kurang bersih mempengaruhi kesehatan, bisa berak kapur atau berak putih,’’ ujarnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta