LAMONGAN, Radarlamongan.co – Dwi Nurudin terlihat serius merapikan bonsai di galeri miliknya di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Sabtu (25/1).
Selama lima tahun terakhir, pria yang dikenal dengan nama Udin Bonsai Lamongan ini (UBL) ini menjadi trainer bonsai.
Keindahan bonsai ini tak lepas dari seniman pembentuk bonsai atau yang disebut trainer macam Udin ini.
Ketika melihat wartawan koran ini menghampiri, dia menghentikan aktivitasnya dan tersenyum kecil.
Bagi pecinta bonsai, sosok trainer bonsai tidak asing lagi.
Bahkan pekerjaan ini jadi rebutan para pecinta bonsai yang rela merogoh kocek dalam-dalam, guna mendatangkan trainer untuk mengarsiteki bonsain kesayangannya.
Bonsai sebagai pilihannya karena tanaman tersebut tak pernah surut dimakan zaman.
Di tengah komoditas tanaman hias lain yang tidak stabil hargannya, tapi bonsai selalu memiliki harga pasaran yang tinggi.
Udin mengatakan, dirinya awalnya belajar menjadi trainer bonsai ke sejumlah daerah sejak, serta menjadi salah satu trainer bonsai di Lamongan.
Namun saat ini dirinya lebih focus untuk merawat bonsai miliknya sendiri.
‘’Cari ilmu di Makassar, Jambi, Lombok, Depok, dan Palembang,’’ terangnya.
Udin mengaku sempat ikut Robert Steven selama 1,5 bulan. Robert Steven ini merupakan master bonsai dari Indonesia, yang sempat sebagai artis bonsai pada masanya di kalangan atas.
Dari situ, dia mendapatkan ilmu yang sangat berharga terkait bonsai.
‘’Yang diperlukan dalam menjadi trainer yakni kualitas garapan, dan kedua mental, kualitas garapan ini mencakup jam terbang garap bonsai berapa lama,’’ kata pria berusia 36 tahun ini.
Menurut dia, seorang trainer harus terus belajar dan menjadi asisten trainer berkelas, untuk mendapatkan ilmu dan promosi. Sehingga, lebih dikenal di kalangan kolektor.
Udin mengungkapkan, tarif trainer bervariatif, yang tergantung dari berapa lama berkecimpung sebagai trainer.
Namun, saat terakhir dirinya menjadi trainer di Lamongan, tarifnya sekitar Rp 400 ribu per hari. Sedangkan, untuk trainer kalangan atas bisa mencapai Rp 1 juta hingga Rp 1,2 juta per hari.
Untuk menjadi trainer bonsai harus memiliki keahlian memahami karakter tanaman, media tanam, dan bentuk bonsai.
‘’Jadi awal karakter dulu, jenis pohon beda penanganan, media beda, sebelum jadi trainer belajar media dulu,’’ ujarnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta