LAMONGAN, Radar Lamongan - Setiap ayam hias memiliki keunikan tersendiri. Salah satunya ayam ekor lidi, yang kini memiliki banyak peminat.
Wartawan koran ini memiliki kesempatan berkunjung ke rumah Khusnul Arif, salah satu pehobi ayam ekor lidi di Dusun Glugu, Desa Dlanggu, Kecamatan Deket, Sabtu (21/9).
Di belakang rumahnya terdapat sejumlah sangkar besi berukuran sekitar satu meter persegi. Sekilas ayam-ayam ini seperti ayam bangkok. Namun, perbedaannya ada pada ekornya yang menyerupai sapu lidi.
Arif, sapaan akrabnya mengatakan, ayam ekor lidi merupakan jenis ayam bangkok klasik. Saat ini sudah banyak yang membudidayakan ayam ekor lidi.
‘’Dan kabar baiknya, ayam ini menjadi salah satu ayam hias khas Indonesia, peminat ayam ini tergolong sangat banyak, bahkan hampir di seluruh kota di Indonesia,’’ ujar Arif kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
Dia mengakui, jika ayam ini sering diikutkan kontes. Penilaian kontes biasanya dari paruh sampai kaki. Namun poin utamanya dari ekor, yakni ekornya minimal panjang 45 centimeter (cm).
‘’Alasan saya suka ayam ini karena keindahan, dari bulu, ekor, dan postur,’’ ujar pria berusia 32 tahun ini.
Untuk perawatan ekor dimulai sejak ayam berusia tiga bulan, yakni ekor dicabut. Kemudian menginjak umur enam bulan, ekor dicabut lagi. Tujuannya untuk menghasilkan ekor yang bagus.
Sehingga, memelihara ayam ekor lidi ini membutuhkan kandang yang luas. Arif biasanya meletakkan ayam kesayangannya ini di tempat yang luas pada siang hari.
Sedangkan, saat malam hari baru ditempatkan di kandang boks. Tujuannya untuk menjaga agar ekornya tidak patah.
‘’Kalau di boks kecil, takut patah ekornya,’’ kata anggota Komunitas Kopali Lamongan Megilan ini.
Arif memberikan vitamin minyak ikan satu minggu sekali. Usia minimal tiga bulan diberikan satu butir minyak ikan.
Sedangkan, ayam dewasa diberikan minyak ikan dua butir. Untuk jenis pakan berdasarkan usia dari ayam ekor lidi.
‘’Untuk mendapatkan tulangan ayam yang bagus dan bulu yang indah. Memandikan ayam satu minggu sekali,’’ imbuhnya.
Harga pasaran ayam ekor lidi cukup mahal. Untuk harga ayam usia 0 sampai 1 minggu kisaran harga Rp 200 ribu per ekor. Kalau untuk usia dua bulan kisaran harga Rp 700 ribu sepasang, sesuai dengan kualitas ayam.
Sedangkan untuk ayam ekor lidi remaja jantan usia 4 sampai 6 bulan berkisar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per ekor sesuai kualitas ayam. Arif pernah menjual ayam ekor lidi paling jauh hingga ke Kalimantan.
‘’Untuk ayam yang siap kontes harganya bervariasi antara Rp 2 juta sampai puluhan juta,’’ ujarnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta