LAMONGAN, Radar Lamongan - Dari hobi jadi pundi-pundi rejeki.
Itu yang dirasakan Langgeng Sau'ud Aslur, yang konsisten menjadi peternak burung murai batu Medan dan burung jalak Bali sejak puluhan tahun.
Bahkan, dia sukses berangkat ke Tanah Suci berkat hobinya tersebut.
Langgeng, sapaan akrabnya beternak burung bernilai jutaan rupiah itu di lantai dua dan lantai tiga rumahnya di Perumnas Made, Desa Made, Kecamatan Lamongan.
Di sana terdapat ruangan kecil berukuran 3 x 3 meter, yang di dalamnya terdapat dua kandang berisi tiga pasang burung jalak Bali.
Selanjutnya, ketika naik ke lantai tiga terdengar kicau burung yang cukup nyaring.
Ruangan berukuran 6 x 8 meter ini disurap menjadi tujuh kandang. Tiga kandang berisi beberapa pasang murai batu Medan, serta tiga kandang lainnya berisi beberapa pasang jalak Bali.
Langgeng sejak kecil sudah menggemari burung. Namun, dia mulai beternak di Lamongan sejak Tahun 1995, yang berawal jalak Bali yang sudah berizin.
Alhamdulillah dengan hasil ternak biasa ini, bisa berangkat haji dan umrah, tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (16/3).
Dalam membudidayakan, terpenting harus memahami karakter burung. Misalnya jalak Bali suka mandi saat pagi.
Disediakan keran dari luar, sehingga tidak perlu masuk ke dalam kandang untuk mengisi air.
Dari dalam kandang, tampak sepasang jalak Bali di atas tangkai kayu. Burung ini tampak gagah ketika berkicau dengan bulu kepala terayun ke atas.
Suaranya dan badannya besar itu yang disukai, ujar Langgeng sembari menunjuk jalak Bali di dalam kandang.
Selain itu, pencahaan di dalam kandang harus tercukupi. Sedangkan, di dalam kandang bernuansa alam, yang membuat nyaman murai batu Medan dan jalak Bali.
Terkadang Langgeng memberikan gabah di dalamnya, yang tumbuh bulir padi dan bisa dimakan burung.
Kemudian ada sinar matahari. Kalau sudah stress perawatannya lama, ucap pria berusia 64 tahun ini.
Langgeng menjelaskan, harga murai batu Bali berkisar Rp 1 juta hingga Rp 12 juta.
Sedangkan anakan satu pasang jalan Bali sekitar Rp 2,5 juta, serta sepasang jalak Bali siap tanggkar sekitar Rp 8,5 juta.
Namun, harga yang cukup fantastis membuat burung-burung miliknya jadi incaran maling. Beberapa burung kesayangannya pernah dicuri.
Penting saya berkah mas, ujar bapak dua anak ini. (sip/ind)