Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Keunikan Merawat Bonsai Berbunga, Berburu Tanaman hingga ke Kalimantan

Ahmad Asif Alafi • Senin, 12 Mei 2025 | 03:24 WIB
TELATEN: Ndan Nawi menunjukkan cara peratawan bonsa berbunga.
TELATEN: Ndan Nawi menunjukkan cara peratawan bonsa berbunga.

LAMONGAN, Radarlamongan.co – Di tangan Munawi, sejumlah bunga hias juga bisa dibentuk bonsai. Seperti bunga boegenvil singapore, saeng simbur mikro, dan asoka.

Pria berdomisili di Kelurahan Sukomulyo ini sudah menggeluti dunia bonsai sejak Tahun 2010. Awalnya, dia merawat bonsai sebagai hobi.

‘’Ternyata hobi bonsai juga menghasilkan,’’ kata anggota TNI AL yang juga penghobi bonsai ini.

Ndan Nawi, sapaan akrabnya menjelaskan, untuk bonsai berbunga jenis boegenvil singapure ini ditanam pada pot.

Bonsai ini sudah dirawat selama tiga tahun dari cangkokan. Untuk saeng simbur mikro ini juga di dalam pot, yang sudah dirawat empat tahun hasil cangkokan.

Menurut dia, bonsai berbunga ini unik. Dalam kontes yang dinilai bukan hanya keindahan bunganya, tapi konsep, dimensi, ruang percabangan, dan gerak dasar batang.

‘’Tapi kehebatan yang berbunga ada nilai plus karena tampil ada bunga,’’ ujarnya.

Saat ini budidaya bonsai berbunga banyak digemari. Untuk perawatan juga sama seperti bonsai pada umumnya.

Media harus diganti enam bulan sekali, agar akar tidak penuh di dalam pot. Sebab terlalu banyak akar di dalam pot akan mengurangi pertumbuhan.

‘’Caranya setelah akar penuh kita potong, kita kurangi akarnya, baru diberi media baru dan pupuk khusus,’’ ucapnya.

Hal yang perlu diperhatikan juga yakni penyiraman harus rutin. Sehari minimal dua kali, pagi dan sore.

Kemudian rajin membuang cabang yang tidak terpakai. Untuk pruning (pemangkasan) pada bonsai yang sudah jadi dan siap, minimal tiga bulan sekali.

‘’Kalau tidak pruning, cabang liar akan menganggu pertumbuhan ranting yang diinginkan,’’ imbuhnya.

Untuk bonsai berbunga yang sudah di dalam pot, persiapan tampil kontes selama dua bulan sebelumnya.

Pertama semua daun dipruning habis, kemudian selama beberapa hari tidak disiram, setelah dikasih obat khusus.

‘’Setelah nanti beberapa minggu, bonsai akan keluar tunas plus kuncup bunga,’’ tuturnya.

Sedangkan, untuk tanaman asoka, bunga merah, dan bunga kuning ini masih di tanah lapang, bukan di dalam pot.

Berbeda dengan jenis boegenvil singapore dan saeng simbur mikro yang ditanam di dalam pot.

Ndan Nawi menunjukkan asoka ini dirawat selama lima tahun dari dongkelan yang didapat dari Kalimantan. Minggu depan asoka ini bakal ditanam di dalam pot karena sudah waktunya.

‘’Ditanam di tanah lapang adalah untuk memaksimalkan percepatan pembesaran cabang yang belum imbang, karena kalau di dalam pot sangat lambat,’’ katanya.

Untuk membuat bonsai asoka dengan batang sebesar lengan, minimal berusia 50 tahun. Sebab pertumbuhannya cukup lambat.

Alasan Ndan Nawi juga suka asoka karena mengikuti pasar yang sudah ramai. Ndan Nawi mendapatkan bonsai asoka dari Kalimantan lima tahun lalu, hingga kini masih belum berbentuk bonsai.

‘’Akhirnya tiap cabang dipotong untuk dijadikan bonsai,’’ ujarnya. (sip/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#asoka #bunga hias #kalimantan #bonsai #lamongan