Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Di Balik Viral Penangkapan Ikan Sapu-Sapu, Terungkap Ancaman bagi Ekosistem Sungai. Berikut Faktanya

Redaksi • Selasa, 21 April 2026 | 07:34 WIB
Ikan sapu-sapu merupakan jenis hewan invasif. (GEMINI AI/RADAR LAMONGAN)
Ikan sapu-sapu merupakan jenis hewan invasif. (GEMINI AI/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Belakangan ini, media sosial kerap dihebohkan dengan video warga yang menangkap ikan sapu-sapu dalam jumlah besar di berbagai sungai.

Di balik viralnya penangkapan massal tersebut, tersimpan sebuah fakta terkait ikan yang akrab dijadikan pembersih akuarium ini, justru berubah menjadi ancaman serius ketika masuk ke perairan alami.

Baca Juga: Buntut Video Viral Cekcok di Jalan, Pengemudi Mobil Diciduk di Pasuruan!

Alasan ikan sapu-sapu dapat merusak ekosistem sebenarnya ada pada sifat ikan yang beradaptasi, reproduksi, hingga perilaku makannya yang sangat agresif.

Dampak yang ditimbulkan tidak hanya mengancam kehidupan organisme air, tetapi juga mengganggu aktivitas manusia di sekitar perairan.

  1. Mengganggu Keseimbangan Rantai Makanan

Ikan sapu-sapu adalah pemakan dasar (benthic feeder) yang menghabiskan alga, detritus, hingga lumpur di dasar perairan.

Kebiasaan ini secara langsung mengambil sumber makanan utama bagi organisme kecil seperti serangga air dan mikroorganisme.

Akibatnya, ikan-ikan lain yang bergantung pada organisme tersebut kehilangan pakan alaminya.

Nutrisi yang seharusnya mengalir ke berbagai tingkatan rantai makanan justru terjebak menjadi kotoran ikan sapu-sapu, sehingga aliran energi dalam ekosistem menjadi tidak seimbang.

Baca Juga: Ikan Bakar Penjaga Kehangatan Keluarga

  1. Mengancam Keberlangsungan Ikan Asli

Secara fisik, ikan sapu-sapu memiliki ukuran yang lebih besar dan daya tahan tinggi dibandingkan ikan lokal yang umumnya berukuran kecil dan sensitif terhadap perubahan lingkungan.

Keunggulan ini membuat ikan sapu-sapu mendominasi persaingan dalam memperebutkan habitat.

Bahkan, saat mencari makan di dasar perairan, ikan ini kerap ikut memakan telur atau larva ikan lain secara tidak sengaja.

Regenerasi ikan asli pun terganggu, yang dalam jangka panjang menurunkan keanekaragaman hayati di sungai tersebut.

  1. Merusak Tanaman dan Habitat Air

Aktivitas mencari makan ikan sapu-sapu mengharuskannya mengaduk dasar perairan. Perilaku ini merusak perakaran tanaman air yang berfungsi sebagai tempat berlindung dan berkembang biak bagi organisme lain.

Ketika tanaman asli rusak, ruang tersebut justru terbuka lebar bagi tumbuhan invasif untuk tumbuh liar. Keseimbangan habitat perairan pun berubah dan menjadi tidak ramah bagi spesies lokal.

Baca Juga: Benarkah VPN Ampuh untuk Menang War Tiket Online. Berikut Penjelasannya

  1. Memicu Kekeruhan dan Penurunan Kualitas Air

Lumpur dan sedimen yang terangkat akibat aktivitas makan ikan ini membuat air menjadi keruh.

Kondisi ini menghalangi penetrasi sinar matahari yang sangat dibutuhkan oleh tanaman air untuk fotosintesis.

Yang lebih berbahaya, sedimen yang naik ke permukaan membawa nutrisi berlebih seperti nitrogen dan fosfor.

Kombinasi ini memicu ledakan alga yang menurunkan kadar oksigen terlarut dan membahayakan makhluk hidup lain di dalam air.

  1. Memperparah Erosi Tepi Sungai

Untuk berkembang biak, ikan sapu-sapu memiliki kebiasaan membuat lubang sarang di tebing atau tepi sungai.

Jika populasinya sangat padat, jaringan lubang ini akan melemahkan struktur tanah di sepanjang bantaran sungai.

Tebing sungai jadi sangat rentan longsor, terutama saat terjadi hujan deras atau peningkatan debit air.

Erosi ini tidak hanya merusak lahan di sekitar sungai, tetapi juga menambah volume sedimen yang semakin menutupi habitat dasar perairan.

Baca Juga: Siapkan Delapan Tronton Angkut Koper Calon Jemaah Haji Lamongan

Viralnya penangkapan ikan sapu-sapu di berbagai sungai belakangan ini sejatinya menjadi cermin dari gangguan ekosistem yang sudah berlangsung lama.

Kehadiran spesies ini di perairan liar bukan sekadar masalah invasi biologi, melainkan ancaman nyata yang merusak tatanan lingkungan dan mengurangi populasi ikan asli Indonesia. (mgg/ind)

Editor : Indra Gunawan
#ikan