Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Pesona Chabo Blacktail, Ayam Hias Mini Asal Jepang yang Kian Digemari Pehobi di Lamongan

Ahmad Asif Alafi • Minggu, 18 Januari 2026 | 18:42 WIB
MULAI DILIRIK: Ayam hias chabo blacktail asal Jepang memiliki daya tarik lada proporsi tubuh yang mungil dan warna bulu.
MULAI DILIRIK: Ayam hias chabo blacktail asal Jepang memiliki daya tarik lada proporsi tubuh yang mungil dan warna bulu.

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Ayam chabo blacktail menjadi salah satu jenis ayam hias yang diminati para pehobi di Lamongan. Ayam mini asal Jepang ini memiliki tubuh mini dengan kaki sangat pendek dan ekor tegak besar.

Perpaduan bulu putih bersih pada tubuh dengan ekor hitam pekat membuat tampilannya terlihat kontras dan unik.

Wartawan koran ini berkesempatan melihat langsung perawatan dari Imam Takhiyudin, pehobi ayam chabo blacktail asal Desa Tritunggal, Kecamatan Babat. Ada empat pasang ayam chabo blacktail yang saat ini dirawat secara intensif di rumahnya.

“Kalau di Indonesia sering disebut ayam kate chabo blacktail. Tapi ini ayam ras asli dari Jepang,” ujar Imam.

Menurut Imam, ayam chabo blacktail adalah varian paling populer dari ayam chabo (Bantam Jepang). Keistimewaannya terletak pada proporsi tubuhnya yang rendah, sayap hampir menyentuh tanah, serta ekor menjulang tinggi, yang membuatnya berbeda dari ayam kate biasa.

Imam mengaku mulai menekuni hobi memelihara ayam hias sejak 2023. Ketertarikannya bermula saat melihat kontes ayam hias di Kediri. ‘’Waktu itu lihat kok bagus, dari situ awalnya tertarik,” katanya.

TELATEN MERAWAT: Imam Takhiyudin menunjukkan beberapa ayam hias chabo blacktail koleksinya.
TELATEN MERAWAT: Imam Takhiyudin menunjukkan beberapa ayam hias chabo blacktail koleksinya.

Daya tarik utama ayam hias ini, lanjut Imam, ada pada keindahan warna bulu serta postur tubuhnya yang kecil dan terlihat lucu. Selain itu, karakter ayam chabo blacktail tergolong jinak dan mudah beradaptasi dengan lingkungan di Indonesia.

‘’Alhamdulillah sudah sangat bisa berkembang baik di Indonesia,’’ tuturnya.

Untuk perawatan sehari-hari cukup mudah, hampir sama seperti ayam hias pada umumnya. Pakan diberikan dua kali sehari, yakni pagi sekitar pukul 08.00–09.00 dan sore pukul 15.00–16.00.

Kemudian hal yang perlu diperhatikan adalah perawatan bulu, dilakukan dengan tambahan vitamin, suplemen tulang, serta minyak ikan. Imam juga rutin menggunakan sampo khusus untuk menjaga kelembutan dan kualitas bulu.

Perawatan intensif biasanya dimulai sekitar dua bulan sebelum mengikuti kontes. ‘’Sebelum kontes kita sudah mulai perawatan bulu, dari cabut bulu sampai perawatan benar-benar sampai kontes dari mental juga,” imbuhnya.

Meski demikian, tantangan merawat ayam hias ini tetap ada. Terutama saat musim pancaroba. Pergantian cuaca kerap memicu penyakit pada ayam hias. Imam mengakui pernah mengalami ayam sakit hingga kematian.

‘’Antisipasi kita sudah menyediakan obat-obat dari tradisional sampai obat yang direkomendasikan dari dinas peternakan,’’ pungkasnya. (sip/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#Chabo Blacktail #jepang #lamongan #ayam hias #Pehobi