Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Ikan Sumatera Jadi Pilihan Penghias Akuarium karena Warnanya yang Cantik dan Perawatannya Mudah

Anjar Dwi Pradipta • Senin, 4 November 2024 | 03:18 WIB
SUKA BERGEROMBOL: Meski perawatannya mudah, tapi ikan Sumatera tidak bisa dicampur dengan ikan jenis lain. (Anjar / Radar Lamongan)
SUKA BERGEROMBOL: Meski perawatannya mudah, tapi ikan Sumatera tidak bisa dicampur dengan ikan jenis lain. (Anjar / Radar Lamongan)

LAMONGAN, Radarlamongan.co – Miliki warna yang indah, harga terjangkau, dan perawatan yang mudah, menjadikan ikan Sumatera hijau, Sumatera glofish, dan ikan Sumatera tiger barb menjadi pilihan untuk mempercantik akuarium.

Wartawan Radarlamongan.co mengunjungi pehobi ikan di Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan, Anis Nur Avivah. 

Tiga jenis ikan Sumatera tersebut memiliki tampilan yang berbeda-beda. Sesuai namanya, ikan Sumatera hijau berwarna hijau, dengan warna oranye pada bagian ekor dan mulutnya. 

Sedangkan untuk ikan Sumatera glofish memiliki warna yang lebih menarik, yakni kuning keemasan.

Untuk ikan Sumatera tiger barb berwarna kuning keemasan berpadu garis loreng hitam, dengan sirip dan mulut sedikit kemerahan. 

‘’Lumayan banyak peminat ikan Sumatera ini. Orang tertarik ikan Sumatera ini dari warnanya,’’ tuturnya. 

Proses adaptasi ikan di tempat yang baru cukup mudah. Ikan yang tersebar di Semenanjung Malay, mulai dari Sumatera, Kalimantan, hingga Thailand ini, banyak dikembangbikaan peternak lokal. 

‘’Harganya cukup murah, yakni hanya berkisar Rp 3 ribu hingga Rp 4 ribu per ekor,’’ ujar perempuan berusia 26 tahun ini.

Penyuluh perikanan di Dinas Perikanan Lamongan, Awang Rochadiyan Okrista menjelaskan, perawatan paling sederhana dalam memelihara ikan hias Sumatera dengan menjaga kualitas air akuarium.

Standar utamanya adalah penggunaan aerasi, untuk menjaga kebersihan akuarium, menstabilkan suhu, dan pH air.

‘’Menekan adanya amoniak, kesehatan, dan menjaga warna ikan tetap sehat,’’ imbuhnya.

Awang, sapaan akrabnya mengatakan, ikan Sumatera memiliki warna yang indah, bergerak lincah, dan sifat hidupnya yang bergerombol.

Terdapat dua jenis penyakit yang bisa muncul pada budidaya ikan hias Sumatera, seperti penyakit non-infeksi atau terjadi karena keracunan dan kekurangan gizi akibat dari mutu pakan dan kondisi kebersihan akuarium.

Kemudian penyakit infeksi, disebabkan parasit yang terjadi pada selaput lendir kulit, sirip, dan insang. Kemudian bakteri, seperti aeromonas sp dan pseudomonas sp.

Biasanya bakteri tersebut menyerang perut, pangkal dada, dan pangkal sirip yang disertai pendarahan. Selanjutnya penyakit disebabkan karena jamur.

‘’Jamur ini bisa muncul bila salah penanganan saat panen atau pemindahan ikan dari satu tempat ke tempat lain, dan menyebabkan luka pada tubuhnya,’’ tukasnya.

Awang menjelaskan bagi penggemar ikan hias pemula yang perlu diperhatikan, yakni sifat hidup dari ikan hias Sumatera ini.

Ikan tersebut bersifat sedikit agresif bila dicampur dengan ikan lain yang ukurannya sama atau lebih kecil. Sering menggigit sirip ikan lain dan menyebabkan kematian.

‘’Maka, memelihara ikan hias ini tidak perlu dicampur ikan hias lain, dan pada dasar akuarium diperlukan substrat berpasir karena sesuai dengan habitat aslinya,’’ ujarnya. (sip/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#hobi ikan #Ikan sumatera #aquarium #ikan hias